Lansia Rutin Makan Ikan Sarden Cegah Diabetes


Berita Lansia - Konsumsi ikan sarden secara berkala, minimal sekali sepekan, dapat mencegah diabetes pada lansia.

2021-05-14 08:06:42

Geriatri.id--Manfaat ikan sarden memang telah diketahui secara luas, termasuk buat oma opa lanjut usia (lansia). Kadar lemak sehat yang tinggi membantu mengatur kadar kolesterol dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Studi terbaru menemukan hubungan antara ikan sarden dan diabetes. Konsumsi ikan sarden secara berkala, minimal sekali sepekan, dapat mencegah diabetes.

Studi terbaru dipimpin oleh Diana Diaz Rizzolo dari Universitat Oberta de Catalunya yang dimuat dalam jurnal Clinical Nutrition.

Tim peneliti menemukan, konsumsi sarden secara teratur membantu mencegah munculnya diabetes tipe-2.

Nutrisi seperti taurin, omega-3, kalsium, dan vitamin D membantu melindungi tubuh dari ancaman diabetes.

"Sarden tak hanya terjangkau harganya dan mudah ditemukan, tapi juga aman dikonsumsi untuk menurunkan risiko diabetes tipe-2," tulis Diaz Rizollo.

Riset melibatkan 152 pasien berusia 65 tahun atau lebih yang didiagnosis prediabetik.

Mereka menjalani program nutrisi untuk membantu mencegah penyakit diabetes.

Satu kelompok peserta diminta menyantap 200 gram sarden (setara dengan dua kaleng) setiap pekan. Mereka makan ikan utuh untuk asupan vitamin D dan kalsium.

Sebelum penelitian, 27 persen dari kelompok yang tidak ditugaskan makan sarden berisiko tinggi terkena diabetes, sementara 37 persen pada kelompok pemakan sarden berisiko tinggi terkena diabetes. Hasilnya ditinjau setelah satu tahun.


Kelompok yang tidak makan sarden mengalami penurunan lima persen dalam jumlah pasien yang berisiko tinggi menjadi diabetes (menjadi 22 persen).

Pada kelompok pemakan sarden, risiko diabetes turun 29 persen (menjadi delapan persen).

Ada pula manfaat kesehatan selain risiko diabetes yang menurun pada kelompok pemakan sarden.

Peneliti mencatat penurunan kadar trigliserida, tekanan darah, indeks resistensi insulin, serta peningkatan kolesterol "baik" dan hormon adiponektin.

Penelitian memang dilakukan pada peserta usia 65 tahun ke atas, tetapi manfaat diet sarden tidak hanya terbatas pada lansia yang berisiko.

Rizzolo percaya efek pencegahan serupa bisa dijumpai pada populasi yang lebih muda.

Apakah mengkonsumsi suplemen dapat menggantikan sarden? Tim peneliti menekankan bahwa konsumsi suplemen tidak akan memiliki efek yang sama seperti makan sarden.

Walaupun suplemen mengandung kalsium, vitamin D, minyak lemak omega 3, dan taurin, tapi manfaatnya tidak sama. 

"Sarden akan memiliki elemen pelindung karena kaya akan nutrisi yang disebutkan, sedangkan nutrisi yang diambil secara terpisah dalam bentuk suplemen tidak akan berfungsi pada tingkat yang sama," ujar Rizzolo.***(ymr | foto Pixabay)

merawat lansia,diabetes,lansia,geriatri,penyakit lansia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,lansia diabetes

ARTIKEL LAINNYA

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

Pengabdian ala Oma Hedy

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026