Masih Muda Tapi Pelupa, Atasi dengan Cara Ini


Asupan gizi sangat dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga dan seluruh organ dapat berfungsi normal termasuk otak.

2026-07-31T09:08

GERIATRI.CO.ID - Seiring bertambahnya usia, fungsi kognitif juga mulai menurun sehingga risiko terserang demensia semakin besar. Biasanya kondisi ini dirasakan orang yang berusia 65 tahun ke atas (lansia).

Namun, ada juga dari kelompok usia muda yang terserang penyakit 'lupa'. Penyebabnya bisa karena stres, kelelahan, depresi dan lain-lain. 

Namun tidak perlu khawatir karena ini bisa dicegah dengan beberapa cara. Berikut cara mencegah demensia sejak usia muda yang dirangkum dari berbagai sumber. 

Olahraga

Dengan berolahraga, tubuh menjadi sehat dan bugar sehingga lebih terhindar dari serangan penyakit, salah satunya demensia.

Tak perlu olahraga berat seperti lari mengelilingi lapangan. Cukup olahraga sederhana yang dilakukan rutin beberapa kali sepekan. 

Istirahat cukup

Penting untuk memperhatikan waktu istirahat tidur 8 jam sehari agar otak selalu berfungsi normal.

Sama seperti organ lainnya, otak juga membutuhkan istirahat cukup setelah bekerja keras seharian. Dengan istirahat cukup, sistem kerja otak akan membaik sehingga bisa meningkatkan kemampuan mengingat. 

Konsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan yang kaya akan protein, antioksidan, zat besi, mineral dan lainnya. Semua kandungan ini dapat ditemukan pada buah-buahan, sayuran, buah-buahan, susu dan telur.

Asupan gizi sangat dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga dan seluruh organ dapat berfungsi normal termasuk otak.

Kegiatan asah otak 

Permainan asah otak seperti catur dapat melatih kemampuan otak untuk tetap fokus.Jika otak terus dilatih salah satunya dengan bermain catur, dapat menjaga kemampuan kognitif dan dapat mencegah demensia.

Selain bermain catur, mengisi teka-teki silang (TTS) juga memacu konsentrasi sehingga bisa mencegah demensia di usia muda. 

Menghafal

Melatih konsentrasi bisa dilakukan dengan cara membaca dan menghafal buku bacaan dan lainnya. Dengan cara ini sel-sel di dalam otak akan berkembang yang dapat memicu peningkatan sistem kerja otak. Aktivitas membaca dan menghafal bisa mengurangi risiko demensia. 

======


 

 

demensia,catur lansia,olahraga lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Pasien "Tidur Melulu", Apa yang Harus Dilakukan Caregiver?

Komunikasi yang Layak Dicoba dengan Lansia

Mengenal MCI: Tahap Awal yang Sering Terlewat Sebelum Demensia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026