Lansia Lebaran Sehat dan Cegah Hipertensi


Berita Lansia - Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz memberikan tip pengaturan pemilihan makanan saat Lebaran,

2021-05-13 16:25:56

Geriatri.id - Selamat Idul Fitri bagi Oma Opa lanjut usia (lansia) dan semua masyarakat yang merayakan. Di tengah Lebaran dengan makanan melimpah, tetap jaga kesehatan dan waspada penyakit darah tinggi alias hipertensi.

“Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan, sehingga hipertensi sering disebut dengan silent killer. Beberapa gejala hipertensi yang umum di antaranya nyeri dada, dada berdebar, penglihatan buram, mudah lelah, pusing, dan sakit kepala," kata dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini dalam dalam 'Bicara Sehat' bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia yang disiarkan secara daring, Rabu (5/5/2021).

Hafiz memberikan tip pengaturan pemilihan makanan saat Lebaran, salah satunya mengurangi santan.

Makan, kata dia, menggunakan prinsip isi piringku, dilengkapi dengan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah. 

“Jumlah sayur dan buah dicukupi hingga setengah piring. Usahakan untuk mengurangi penggunaan santan," kata Hafiz.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Selain santan, beberapa makanan seperti kerupuk juga termasuk hidangan wajib selama lebaran.

Hafiz mengatakan, sebaiknya hindari jumlah garam yang berlebihan misalnya kerupuk yang tinggi kalori dan natrium, juga karbohidrat tersembunyi.

Ini agar tubuh tak terkena berbagai penyakit, seperti hipertensi. 

Hafiz mengatakan, sekitar 1 miliar orang di dunia memiliki hipertensi dan sebanyak dua pertiganya ada di negara-negara berkembang. Sekitar 25,8 persen orang dengan hipertensi, hanya sepertiganya yang terdiagnosis.

Faktor risiko hipertensi sebenarnya ada dua macam, yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan genetik.

Sementara faktor yang dapat diubah yakni terkait gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat yang tinggi natrium/garam, obesitas, stres, dan merokok.

"Tekanan darah normal jika nilai sistol kurang dari 120 dan diastol kurang dari 80. Seseorang dengan tekanan sistol lebih dari 140 dan diastol lebih dari 90 harus melakukan kontrol rutin hipertensi di fasilitas kesehatan. Jika tekanan darah sistol lebih dari 180 dan diastol lebih dari 120 dan ada keluhan mendadak, dikenal dengan krisis hipertensi, jika mengalami keadaan ini harus segera dibawa ke IGD," kata dia.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengukur tekanan darah di rumah. Pertama, sebelum pengukuran pastikan istirahat 2-5 menit, posisi duduk, tidak minum kafein, minum obat rutin, dan tidak menahan buang air kecil.

Selanjutnya, pengukuran sebaiknya dilakukan 2-3 kali dengan selang 1 menit yang dilakukan saat pagi atau malam selama 3-7 hari untuk mendapatkan variasi dan rata-rata tekanan darah.

Berikutnya, Anda disarankan menggunakan alat tensi digital (lengan), jangan lupa untuk kalibrasi alat, dan jangan banyak bergerak saat pengukuran.

Hafiz menambahkan, bagi Anda yang sudah terlanjur terkena hipertensi untuk bisa mengendalikan penyakit melalui PATUH (Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter; Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, benar, dan rutin; Tetap diet dengan gizi seimbang; Upayakan aktivitas fisik secara rutin dan aman; Hindari asap rokok, alkohol, dan zat berbahaya lainnya).

"Kita harus bisa hidup sehat tanpa hipertensi. Namun kalau sudah kena hipertensi, kita bisa hidup sehat dengan hipertensi," kata dia.***(ymr | foto pixabay)​​​​​​

Lansia,geriatri,hipertensi,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,merawat lansia,lansia hipertensi

ARTIKEL LAINNYA

Sekolah Lansia: Cara Baru Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental di Usia Senja

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026