
Geriatri.id--Sosok Dewi Motik Pramono bisa menjadi contoh bagi Oma Opa lanjut usia (lansia) Indonesia. Pengusaha perempuan ini merayakan ulang tahun ke-72 dengan sederhana di Masjid Miftahul Jannah jalan Pisangan Lama lll, dan di rumah Tahfidz Quran di jalan H.Mugeni, Jakarta Timur, Senin 10 Mei 2021.
Pemilik nama lengkap Puspa Dewi Motik Pramono ini merayakan hari lahirnya bersama rumah Tahfiz Quran dan Yayasan Penerus Pejuang 45 Sriwijaya.
“Ini memang sudah menjadi program lama saya dalam mengembangkan pendidikan anak di bidang agama Islam,” kata Dewi Motik dikutip dari kanal YouTube BARTO Silitonga NEWS, Senin (10/05/2021).
Acara ulang tahun Dewi Motik diisi dengan kegiatan budaya menulis Alquran dan pemberian bantuan di Masjid Miftahul Jannah dan Tahfidz Quran.
"Kebetulan Ayunda Dewi hari ini merayakan ulang tahun nya yang ke 72 tahun, dan acara ini sekalian berbagi kasih kepada sesama," ujar Marsma TNI (Purn) Dr Faisal Manaf, Ketua umum Yayasan Penerus Pejuang 45 Sriwijaya.
Faisal mengatakan bahwa, Yayasan Penerus Pejuang 45 Sriwijaya juga sangat terpanggil serta mengajak semua nya untuk berbagi kepada anak yatim dan dhuafa.
Dewi Motik Pramono adalah pengusaha perempuan terkenal di Indonesia. Dia aktif dalam berbagai kegiatan usaha, pendidikan dan kemasyarakatan.
Selain sebagai pengusaha Motik juga dikenal sebagai penulis, pengajar, dosen dan motivator.
Kepada geriatri.id, Dewi pernah menceritakan kebiasaannya membaca Alquran setiap hari. Kebiasan itu membuatnya terhindari dari kepikunan.
"Karena terbiasa membaca Al-Quran jadi tidak merasa berat. itu kuncinya jadi tak akan pikun,” ujar Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini. (Baca juga: Dewi Motik: Selalu Bersyukur dan Menikmati Hidup).
Dosen Seminar Kewirausahaan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul, Jakarta ini juga memberikan kiat sehat di usia lanjut.
“Intinya selalu bersyukur. Mana ada orang yang tak punya problem, mana ada orang yang tak pernah sedih? Tapi, kenapa mesti dipikirkan, apa pun itu, selalu bersyukur di hati dan dalam pikiran kita.”
Dewi juga setiap hari berusaha minum air putih 8 gelas, kopi cukup satu cangkir. Top Model of the Year tahun 1974 ini mengaku tidak memiliki pantangan dalam makan.
Ia masih makan kepiting, sate kambing dan sebagainya. Tak lupa, makan buah-buahan, seperti pisang, mangga, jambu, nanas.
Tak hanya asupan makan, Dewi pun rajin olahraga, minimalberenang seminggu sekali.
Jalan kaki setiap hari, naik-turun tangga, tidak pakai lift atau parkir di kampus di area yang yang agak jauh.
Juga istirahat yang cukup. Ada juga vitamin atau suplemen untuk kaki supaya kuat.*** (ymr | Foto Facebook)
Video Lansia:
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri