Imunisasi dan Vaksinasi pada Lansia


Berita Lansia - Dalam kondisi pandemik seperti ini lansia disarankan untuk menjalani imunisasi pneumonia dan vaksinasi covid-19.

2021-04-25 09:48:07

Geriatri.id - Mungkin tidak banyak yang tahu vaksinasi dan imunisasi adalah dua kata yang berbeda. Lalu, bagaimana pentingnya vaksinasi dan imunisasi ini bagi Oma Opa lansia?

Jawab pertanyaan itu terangkum dalam webinar bertajuk Orang Dewasa dan Lansia Juga Perlu Imunisasi Lho dengan narasumber dr. Agustinus Hamonangan Winston Purba M. Ked (ORL-HNS), Sp THT KL pada Sabtu (24/04/2021).

Webinar ini digelar Geriatri.id bersama Pfizer dalam menyambut Pekan Imunisasi Dunia.

Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin untuk menaikkan daya tahan tubuh persiapan menangkal dan menaikkan imun.

Meskipun usai divaksinasi belum pasti tidak kena penyakit tersebut.

Namun, kalaupun kena, maka gejalanya tidak seberat kalau sudah divaksin.

Sementara Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membentuk antibody supaya kebal dan mencegah supaya tidak terkena sakitnya.

Dalam kondisi pandemik seperti ini disarankan untuk menjalani imunisasi pneumonia dan vaksinasi covid-19.

Cukup 1x seumur hidup bagi lansia dan 2x seumur hidup untuk mereka yang di bawah 60 tahun.

Kenapa vaksin pneumonia? Karena jika lansia terkena Covid, dikhawatirkan akan diserang paru-parunya dan terkena pneumonia.

Sehingga diharapkan jika sudah disuntik vaksin pneumonia, kalaupun diserang Covid, maka paru-paru tetap aman.


Bahkan lansia juga bisa melakukan keduanya, vaksin pneumonia dan vaksin Covid. dr. Agus menyarankan, jika ingin melakukan kedua vaksin, akan lebih baik diberi jeda 3 bulan dari vaksin pertama dan kedua.

Akan lebih baik lagi, jika vaksin pneumonia dilakukan sebelum melakukan vaksin Covid 19.

Untuk mengetahui apakah vaksin Covid berhasil atau tidak, bisa dengan memeriksakan kadar antibody. Perlu diketahui, kadar antibody tiap orang jumlahnya berbeda dan masih belum ada aturan baku berapa jumlah yang dianggap efektif untuk menetralkan virus Covid 19.

Baiknya pemeriksaan antibody ini dilakukan 1 bulan sesudah penyuntikan dosis kedua.

Sementara untuk vaksin pneumonia, tidak ada pemeriksaannya. Jika ingin dibuktikan maka perlu dilakukan CT Scan paru-paru untuk melihat apakah ada kerusakan atau tidak.

Usai divaksin, lansia disarankan untuk menjalankan aktifitas seperti biasa. Akan tetapi paparan dengan orang sebaiknya dikurangi, kumpul tidak banyak orang, dan tetap menggunakan masker.

Keluarga dan pendamping lansia juga perlu menyiapkan tensi digital, thermometer digital, alat untuk cek gula darah dan kolesterol di rumah.

Fungsinya untuk memantau kondisi lansia pasca imunisasi, apakah terjadi kenaikan tekanan darah, gula dan bisa jadi jantung.

Selain itu, lansia juga diminta untuk tetap meningkatkan pertahanan tubuh dengan salah satunya berjemur pada waktu tertentu.

Karena paparan sinar matahari mampu meningkatkan Vitamin D yang bagus unutk meningkatkan imun.

Orangtua juga sebaiknya melakukan kegiatan seperti menari, dansa, jalan santai atau naik sepeda di tempat yang banyak pohonnya.

Lansia juga penting untuk mengelola stress, terutama bagi oma yang memerlukan perhatian lebih.

Karena oma mengalami menopause atau berhenti haid, jadi hormone naik turun, banyak yang anjlok, tubuh tidak enak, emosi tidak stabil, dan badan panas.

Untuk itu berikan rasa peduli atau kasih sayang meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini dibuktikan dari penelitian di universitas Michigan kepada 400 pasangan, hasilnya yg mendapatkan kasih sayang hidup lebih lama 9 tahun dari mereka yg kurang kasih sayang.*** (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

 

Lansia,Vaksinasi,Imunisasi,Agustinus Hamonangan Winston Purba,Agustinus Purba,Geriatri,Pekan Imunisasi Dunia

ARTIKEL LAINNYA

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026