Sudah Divaksinasi, Apakah Masih Bisa Tertular Covid-19?


Berita lansia - dr. RA Adininggar Sp. PD dalam bincang-bincang #TanyaJawabIDI dengan tema Sudah Divaksinasi Apakah Masih Bisa Tertular Covid-19? kembali menegaskan pentingnya vaksinasi.

2021-04-22 04:04:50

Geriatri.id - Belakangan berita mengenai orang yang sudah menjalani vaksinasi komplit namun tetap terpapar Covid-19 ramai dibicarakan. Kejadian seperti ini memunculkan keraguan masyarakat akan efektivitas  vaksinasi sehingga menjadi kendala untuk mencapai target vaksinasi.

dr. RA Adininggar Sp. PD dalam bincang-bincang #TanyaJawabIDI dengan tema Sudah Divaksinasi Apakah Masih Bisa Tertular Covid-19? kembali menegaskan pentingnya vaksinasi. Menurutnya vaksinasi adalah upaya memperkuat sistem imun. Harapannya, kalau sudah divaksin dan tetap terkena penyakit, maka gejala menjadi ringan. 

Karena menurut, dr. Adininggar, efektivitasas dari vaksinasi ini juga tidak 100%. Sehingga, walaupun sudah divaksin, diharapkan tetap melindungi diri dengan melakukan 5M. Fenomena yang terjadi saat ini adalah, orang yang sudah menerima vaksin kumplit jadi lebih berani ambil risiko, berani kumpul dan buka masker. 

Vaksin baru memberikan perlindungan jika mayoritas sudah divaksin, atau herd immunity, minimal 70% populasi sudah divaksinasi. Sementara Indonesia mencapai herd immunity tergantung kecepatan laju vaksinasi. Di mana saat ini banyak kendala teknis, seperti distribusi vaksinasi. Sehingga lansia yang menjadi target prioritas di daerah tertentu belum dapat.

Orang yang sudah divaksin, kekebalan tubuhnya terbentuk maksimal pada 2 minggu setelah suntikan terakhir atau suntikan tahap II. Lalu bagaimana untuk memastikan antibodi sudah terbentuk di tubuh? dr. Adininggar menyebutkan adanya pemeriksaan antibodi yang menunjukkan respons imun. Hanya saja jumlah antibodi tidak bisa menunjukkan kekebalan yang terbentuk. Ada kekebalan seluler, sel memori, limfosit, yang jarang diperiksa rutin.

Meski demikian, bagi mereka yang ingin memeriksa jumlah antibodinya dipersilahkan. Namun, respon imun pada tiap orang berbeda, sehingga hasilnya bisa berbeda tiap orang. Menurut dr. Adininggar, sampai saat ini belum diketahui kadar titer antibodi berapa yg menunjukkan perlindungan netralisasi virus. Akibatnya, banyak yang minta disuntik ulang, setelah cek antibodi.

Padahal untuk saat ini suntik ulang, tidak ada ketentuan, karena pemerintah masih melakukan skala prioritas untuk yang belum vaksinasi. Bahkan untuk mereka penyintas Covid-19, suntikan ulang bisa ditunda. Untuk mereka yang sudah menjalani vaksin kumplit tapi masih terkena, gejalanya jadi lebih ringan karena virus sudah dikenal oleh tubuh.

Sementara untuk suntikan ulang atau booster, dr. Adininggar menyebutkan untuk Covid, masih diamati kapan dibutuhkan booster. Ia mencontohkan kasus SARS yang perlu dilakukan booster atau suntikan ulang 2-3 tahun dari suntikan pertama.

Prof. Dr. dr. Kusnandi Rusmil Sp. A(K) selaku Ketua Tim Riset Uji Klins Covid 19 Universitas Padjajaran menyebutkan efektivitastas vaksin 65% tidak kena penyakit. Sementara 35% lainnya masih bisa kena namun penyakitnya ringan. Karena divaksin tidak selalu kekebalan penuh, masih mungkin kena penyakit, tapi ringan.

Menurut Prof. Kusnandi, vaksin yang beredar di Indonesia, pada umumnya bagus karena sudah melakukan uji klinis. Uji klinis ini dilakukan untuk mengetahui apakah vaksin pantas diberikan atau tidak. Ada 3 kategori yang menentukan vaksin pantas, yaitu vaksin aman, imunogenisitas tinggi dan efektivitas bagus. 

Prof. Kusnandi, menambahkan banyaknya mutasi virus baru juga masih diteliti. Biasanya virus bermutasi untuk survive dalam waktu 6 bulan – 1 tahun bentuknya belum berubah. Dan perubahan ini diyakini masih bisa diatasi dengan vaksin yang ada. Selain itu dengan mengupayakan badan kita sesehat mungkin, maka bisa terbentuk antibody yang maksimal dan tetap melakukan protokol kesehatan. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Berita lansia,lansia,Ikatan Dokter Indonesia,IDI,RA Adininggar ,Kusnandi Rusmil ,Unpad

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026