Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah


Makanan yang wajib dihindari lansia penderita hipertensi adalah makanan digoreng atau tinggi lemak jenuh, seperti mentega, sosis, santan dan daging asap.

2026-04-21T07:19

Geriatri.id -  Perawatan lansia hipertensi di rumah harus dilakukan dengan pemahaman seputar asupan makanan hingga aktivitas fisik yang dianjurkan. Mungkin ini akan terasa berat bagi lansia dan keluarga. 

Namun, dengan tekanan darah terkendali, lansia tidak perlu sering berkunjung ke dokter atau bahkan dirawat di rumah sakit.

Lalu bagaimana cara merawat lansia dengan hipertensi di rumah? 

1. Batasi asupan garam

Membatasi jumlah asupan sodium atau garam harian untuk mencegah kenaikan tekanan darah pada lansia.  

Idealnya asupan garam bagi lansia tidak melebihi 1500 miligram atau sekitar setengah sendok teh per hari.

Selain itu, lansia penderita hipertensi wajib menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi dan bernutrisi rendah. Misalnya, makanan cepat saji serta makanan beku dan kaleng yang melalui banyak proses pengolahan.

2. Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak

Beberapa penelitian menunjukkan serat bisa menurunkan tekanan darah. Karena itu, lansia perlu memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi dari buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 

Sedangkan makanan yang wajib dihindari lansia penderita hipertensi adalah makanan digoreng atau tinggi lemak jenuh, seperti mentega, sosis, santan dan daging asap.

3. Cek tekanan darah secara berkala

Meski tidak ada gejala, pemeriksaan tekanan darah pada lansia perlu dilakukan secara rutin. Ini untuk memantau perkembangan maupun potensi komplikasi. 

Keluarga yang merawat lansia bisa menyediakan alat pengukur tekanan darah atau tensimeter digital di rumah.

4. Rutin olahraga 

Selain mengatasi stres, olahraga secara rutin dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Karena itu, lansia perlu berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari.

Olahraga yang bisa dipilih seperti jalan santai, yoga, berenang, atau tai chi. Saat berolaraga, lansia dianjurkan untuk ditemani untuk mencegah terjadinya cedera. 

Konsultasikan dengan dokter tentang olahraga yang sesuai kondisi lansia.

5. Pahami penggunaan obat hipertensi 

Keluarga berperan penting dalam mengingatkan lansia agar mengonsumsi obat dengan teratur dan tepat waktu. Selain itu, tata cara pemberian obat harus sesuai anjuran dokter.

Jangan menghentikan konsumsi atau mengubah jenis obat-obatan tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter

 

hipertensi,stroke,cek tensi,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026