Waspadai 5 Gangguan Penglihatan pada Lansia 


Berita Lansia - Oma dan Opa, sebagai lansia, gangguan penglihatan adalah hal yang lazim terjadi.

2021-03-17 06:45:59

Geriatri.id--Oma dan Opa, sebagai lansia, gangguan penglihatan adalah hal yang lazim terjadi. Gangguan ini dapat terjadi karena proses penuaan yang mengakibatkan beberapa syaraf tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, meskipun gangguan penglihatan adalah normal untuk kelompok lanjut usia, beberapa kasus gangguan penglihatan bisa menjadi pertanda penyakit lain yang cukup berat.

Terdapat pula beberapa kasus gangguan penglihatan yang masih bisa disembuhkan dengan tindakan medis tertentu. Untuk Oma Opa lansia yang belum tahu, berikut ulasan singkat mengenai gangguan penglihatan seperti dipaparkan dokter spesialis mata dan ahli Tim Pemberantas Kebutaan dr. Bambang Setiohadji dalam webinar Lansia Online yang digelar Geriatri.id, Sabtu (13/3/2021).

(#LansiaOnline merupakan program yang digelar geriatri.id yang mengulas berbagai tema terkait lansia bersama para ahli yang dapat disaksikan di Facebook dan YouTube gratis. Oma opa bisa bergabung dengan grup WA Geriatri dengan menghubungi 08111379101 atau klik https://s.id/WAGeriatri)

Gangguan Penglihatan pada Lansia

1. Katarak

Katarak adalah gangguan penglihatan yang paling sering terjadi pada lansia. Umumnya keluhan yang dimiliki penderita katarak adalah lensa mata yang keruh. Terdapat 2 macam tanda; 

Pertama, ketika mata bisa melihat namun pandangan terganggu seolah ada kabut yang menghalangi

Kedua, mata tak bisa melihat sesuatu dengan jelas dan hanya mampu menangkap gerak seperti gerakan tangan (kondisi ini mengharuskan penderita untuk didampingi saat beraktivitas)

Namun, katarak memiliki persentase kesembuhan yang cukup besar mencapai 90%. Dengan menjalani operasi selama 15-20 menit, dalam jangka waktu 2 minggu sampai sebulan mata bisa kembali mendekati normal.

2. Gangguan Penglihatan karena Glaukoma

Glaucoma merupakan penyakit yang timbul karena kerusakan syaraf mata yang diakibatkan oleh tekanan mata yang tinggi sehingga menekan syaraf mata dan membuat penglihatan semakin menyempit. Glaucoma biasanya terjadi pada usia 40an ke atas.

Stadium awal glaukoma menyebabkan bayangan gelap di sekitar lapang pandang. Seolah-olah Oma dan Opa sedang melihat melalui teropong. Sementara pada stadium lanjut, bayangan hitamnya semakin luas dan lapang pandang menyempit. Kondisi ini membuat Oma dan Opa seperti sedang berjalan di terowongan. 

Sampai saat ini, belum ada perawatan tertentu yang bisa mencegah dampak glaucoma. Namun, penderita akan diberikan obat-obatan yang akan memperlambat penyempitan lapang pandang karena syaraf yang rusak. 

3. Eye Floater

Gangguan penglihatan yang satu ini mengakibatkan penderitanya melihat sesuatu yang seolah terbang di udara. Saat membaca, huruf dapat terlihat jelas meskipun di tempat yang cahayanya kurang, sementara ketika mendapat pencahayaan yang cukup seperti saat siang, pada pandangan seolah ada benda kecil yang terbang.

Hal ini sebetulnya alamiah karena unsur yang terbang menyerupai ular kecil tersebut adalah serat-serat pada bola mata yang terlepas karena faktor usia. Jika Oma dan Opa lansia tidak memiliki penyakit apa-apa dan gangguannya tidak bertambah parah, maka eye floater tidak berbahaya. Namun ada pula kasus eye floater yang disebabkan oleh penyakit seperti glaukoma dan kencing manis yang harus diwaspadai.

4. Gangguan Penglihatan karena Halusinasi

Kondisi kejiwaan bisa memengaruhi penglihatan pada lansia. Untuk penderita gangguan mental dan Alzheimer, jika pusat penglihatan terpengaruh biasanya menyebabkan halusinasi seolah ada kabut atau awan tebal. 

Selain itu, kasus seperti demensia dan Alzheimer akan menyebabkan pembuluh darah ingatan mengeras, sehingga sulit untuk mengingat sesuatu. Terkadang penderita Alzheimer bisa melihat sesuatu dengan cukup jelas namun tak mengenal apa dan siapa yang sedang ia lihat.

5. Gangguan Penglihatan karena Stroke

Penderita stroke yang pusat penglihatannya terdampak akan menyebabkan lupa nama benda yang sedang dilihat, seperti melihat buah-buahan namun tidak tahu apa namanya. Kasus lainnya ketika sedang membaca seolah ada huruf yang hilang. Biasanya, penyintas stroke akan mengalami gangguan seperti gangguan pendengaran atau penglihatan.

6. Lapang Pandang 

Lapang pandang merujuk pada lapang atau daerah penglihatan seseorang baik dari satu atau kedua mata. Gangguan penglihatan lapang pandang termasuk gangguan yang paling tidak mengenakan karena beberapa orang akan sangat terganggu dengan titik hitam di bagian tengah pandangan. 

Gangguan ini terjadi pada retina karena usia. Di retina ada bagian kecil bernama makula yang berada di tengah dan berfungsi memberikan penglihatan yang detail pada mata. Lansia yang menderita gangguan lapang pandang akan mengalami penyempitan pandangan, seperti ada bagian gelap yang menutupi pandangan. 

Penderita gangguan penglihatan lapang pandang akan kesulitan untuk membaca dan menonton. Untuk mengatasinya, pada program Geriatri Lansia Online Sabtu (13/3/2021),  dokter spesialis mata dan ahli Tim Pemberantas Kebutaan dr. Bambang Setiohadji menyarankan kehadiran pendamping untuk mengawasi dan melatih lansia dengan sisa penglihatan yang masih ada agar mengurangi tingkat depresi. (Vania Nurmalita untuk Geriatri.id)

 



 

Lansia,Geriatri,Berita Lansia,Bambang Setiohadji ,Mata,Kesehatan Mata,Mata Lansia,Katarak,Gangguan Penglihatan,merawat lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

Cegah Ompong? Gampang Kok Asal Rajin

Pengalaman Saya di Tanah Suci

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026