Perlukah Minum Obat Pereda Sakit Usai Vaksin Covid-19?


Berita Lansia - Pakar Virologi dan Imunologi dari UGM,  dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D., mengatakan konsumsi obat pereda nyeri tidak disarankan karena injeksi vaksin hanya menimbulkan nyeri yang ringan.

2021-03-13 14:44:39

Geriatri.id--Program vaksinasi Covid-19, termasuk bagi kelompok lanjut usia (lansia) terus berjalan. Belum ada laporan ada efek samping berat dari vaksinasi itu, paling hanya pegal atau nyeri biasa. 

Lalu, perlukah mengonsumsi obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa nyeri pasca vaksinasi? Pakar Virologi dan Imunologi dari UGM,  dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D., mengatakan konsumsi obat pereda nyeri tidak disarankan karena injeksi vaksin hanya menimbulkan nyeri yang ringan. “Obat pereda nyeri hanya diberikan atas indikasi dokter pada kondisi tertentu,” ujar Saifudin dilansir laman UGM .

Pakar Virologi dan Imunologi dari UGM, menambahkah penerima vaksin pun tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat antialergi menjelang vaksinasi. Hakim menerangkan bahwa sebelum divaksin petugas kesehatan akan melakukan skrining riwayat kesehatan termasuk alergi. Apabila ada riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin maka tidak akan diberikan vaksin Covid-19.

Hakim mengatakan tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan menjelang vaksinasi Covid-19. "Sebenarnya tidak ada persiapan spesifik yang mesti dilakukan dari sisi medis, misalnya harus konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu," ujarnya.

Kendati begitu, sebelum pemberian vaksin masyarakat diharapkan memperhatikan sejumlah hal supaya memperoleh hasil optimal. Salah satunya dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Hal itu dapat diperoleh antara lain dengan konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

Selanjutnya, istirahat yang cukup. Hindari melakukan kegiatan berat yang mengakibatkan kelelahan sehingga saat menerima vaksin kondisi tubuh dalam keadaan prima.

"Jangan lupa untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, memghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas," tuturnya. (ymr) 

Lansia,Berita Lansia,Vaksin,Covid-19,UGM,Mohamad Saifudin Hakim,geriatri,merawat lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026