
Geriatri.id--Belakangan ini, Indonesia sedang ramai dengan kedatangan vaksin COVID-19 dari berbagai negara, bahkan Indonesia sendiri pun berupaya untuk membuat vaksin yang kemudian dikenal dengan nama merah putih. Dengan pengawasan dari Kementerian Kesehatan, berbagai fasilitas kesehatan beramai-ramai menjadwalkan vaksinasi yang diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat mulai dari usia muda sampai kelompok lanjut usia (lansia).
Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk vaksin karena termasuk ke dalam golongan yang rentan terinfeksi. Hal ini dikarenakan kondisi imun lansia yang terus menurun sehingga beberapa fungsi organ dapat terganggu. Oma Opa lansia, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum dan setelah melakukan vaksin agar fungsi dari vaksin bisa lebih efektif.
Sebelum Vaksin COVID-19
Istirahat yang cukup
Saat akan melakukan vaksinasi, Oma dan Opa lansia harus memastikan tubuh dalam keadaan baik. Memastikan tubuh mendapat waktu istirahat yang cukup dengan tidur menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Oma dan Opa lansia disarankan agar tidur setidaknya selama 6 jam dalam sehari sebelum melakukan vaksinasi karena kondisi tubuh yang kurang tidur akan memengaruhi sistem imun saat memproduksi antibodi.
Tenang
Sama seperti tindakan vaksinasi lainnya, vaksin akan membantu melindungi Oma dan Opa dari penularan COVID-19 yang berisiko bagi lansia. Oleh karena itu, tak perlu panik berlebihan sebelum vaksinasi. Berusahalah agar tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa untuk membantu tubuh tetap produktif.
Berkonsultasi dengan dokter
Penting untuk mengetahui bahwa tubuh baik-baik saja saat akan mendapat vaksin karena ada beberapa kondisi kesehatan yang tak memungkinkan dilakukan vaksinasi. Misalnya saja lansia dengan beberapa kondisi komorbid seperti diabetes mellitus, ginjal, kelainan darah, atau autoimun.
Sebaiknya, sebisa mungkin konsultasikan pada dokter dengan jujur mengenai riwayat penyakit yang dimiliki. Tanyakan juga perihal keamanan obat-obatan atau vitamin yang biasa dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi yang lebih parah setelah melakukan vaksinasi COVID-19.
Tidak meminum alcohol
Sebelum vaksin sangat disarankan untuk tak mengonsumsi makanan atau minuman berisiko seperti alcohol. Jauh lebih baik mengonsumsi air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Untuk lansia, kebutuhan konsumsi air putih hanya sekitar 1,5 liter dalam sehari. Oma dan Opa lansia yang terbiasa minum air putih hangat juga tetap bisa melanjutkan kebiasaan tersebut.
Mencukupi kebutuhan nutrisi
Dalam program Lansia Online Geriatri pada Minggu (7/3), dibahas mengenai pentingnya asupan nutrisi untuk membantu vaksin berfungsi dengan efektif, terutama bagi lansia. Perhatikan asupan yang seimbang antara protein, karbohidrat, dan lemak. Oma Opa lansia tak harus memaksakan diri mengonsumsi makanan yang sulit dikunyah atau dicerna meskipun mengandung banyak protein seperti daging, sesuaikan dengan kemampuan adalah pilihan yang terbaik.
Setelah Vaksin COVID-19
Tetap menjaga protokol kesehatan
Setelah vaksinasi, bukan berarti tubuh kita tak bisa terserang virus. Vaksin berfungsi untuk membentuk antibodi, artinya tak ada jaminan tubuh menjadi kebal. Menjaga protokol kesehatan dengan masker dan mencuci tangan secara berkala tetap harus dilakukan. Hindari kontak fisik yang tak perlu saat berada dalam kerumunan.
Konsultasikan keluhan pada dokter
Meskipun telah menjalani uji klinis, bukan berarti setelah vaksin tak ada efek yang muncul. Beberapa orang dilaporkan memiliki keluhan ringan seperti sakit kepala, rasa pegal dan tak nyaman di bagian bekas suntikan, demam, atau sedikit lelah. Namun, hal ini bukan merupakan efek samping yang pasti dari vaksin COVID-19. Usahakan berkonsultasi pada ahlinya saat ada keluhan agar mendapat saran yang tepat. (Vania Nurmalita untuk Geriatri.id)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri