Oma Opa Lansia, Ketahui 2 Media Tanam Ini Sebelum Mulai Berkebun 


Berita Lansia - Berkebun selain menyehatkan ternyata juga memiliki efek yang baik dalam meningkatkan hormon serotonin lho Oma Opa lansia!

2021-03-07 05:50:11

Geriatri.id--Berkebun selain menyehatkan ternyata juga memiliki efek yang baik dalam meningkatkan hormon serotonin lho Oma Opa! Tidak heran, para petani lansia di pedesaan bukan hanya bugar saja, tetapi juga sering terlihat lebih berseri-seri. Para lansia yang berkebun di sana merupakan contoh dari lansia bahagia. Nah, jika Oma dan Opa merasa agak suntuk karena terlalu banyak diam di rumah saat pandemik, berkebun adalah aktivitas yang patut dicoba!

Berkebun di tengah pandemik Covid-19 adalah pilihan yang baik untuk mengisi waktu luang dan berdampak dalam meningkatkan kualitas hidup. Opa dan oma mungkin ada yang ingin mencoba namun belum terlalu familiar dengan berkebun.

Pada Sabtu (27 Februari) pekan lalu, Geriatri melalui program andalannya Lansia Online (LOL) mengadakan kembali webinar mengenai berkebun. dengan  pembicara, Muhammad Syaiful Rohman atau Gus Iful pemilik Panuli farm. 

2 Jenis Media Tanam

Seperti pondasi bangunan yang penting, media tanam adalah hal pertama yang harus disiapkan saat akan mulai berkebun. Pemilihan media tanam yang tepat akan mempermudah Oma dan Opa merawat tanaman.

Media untuk menanam terbagi berdasarkan bentuk dan bahan bakunya. Bentuk media tanam bisa berupa media padat seperti granul atau hidropon, dan media cair. Adapun untuk bahan bakunya, terdapat 2 macam yaitu bahan organik dan anorganik. Kedua bahan baku inilah yang penting untuk dicatat karena berpengaruh terhadap perkembangan tanaman. 

  1. Media Organik 

Kelebihan media organik di antaranya:

  • Berkemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi

  • Baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat (mikroriza dll)

  • Aerasi optimal (porus)

  • Mampu menyangga pH tinggi

  • Sangat cocok bagi perkembangan perakaran

  • Digunakan pada tipe irigasi drip

Kekurangan media organik: 

  • Kelembaban media cukup tinggi sehingga rentan terhadap serangan jamur, bakteri, maupun virus yang menyebabkan penyakit tanaman

  • Sterilitas media sulit dijamin

  • Karena bisa diproduksi secara terus-menerus, media ini sifatnya tidak permanen dan hanya dapat digunakan beberapa kali sebab harus diganti secara rutin

Contoh media organic adalah arang sekam, serbuk, gergaji, sabut kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut, dan lain sebagainya yang bisa oma dan opa coba buat sendiri di rumah. 

  1. Media Anorganik

Kelebihan media anorganik:

  • Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama

  • Aerasi Optimal (porus)

  • Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab

  • Sterilitasnya lebih terjamin

  • Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus

Kekurangan media anorganik:

  • Media yang kurang baik untuk perkembangan organisme bermanfaat bagi tanaman seperti mikoriza

  • Harganya cukup mahal

  • Media lebih berat karena biasanya berupa bebatuan

  • Terlalu cepat mengatuskan air, nutrisi yang diberikan sering terlindi 

  • Karena terbuat dari batuan yang sifatnya keras, media anorganik kurang baik bagi perkembangan sistem perakaran

Contoh media anorganik: Perlit, rockwool, clay granular, sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dan lainnya yang cukup mudah ditemukan di perkotaan.

Dilihat dari perbandingan kedua media di atas, untuk Oma dan Opa yang tinggal di perkotaan, media anorganik mungkin lebih mudah untuk diakses di berbagai toko atau tempat budidaya tanaman terlepas dari harganya yang cukup mahal.

Namun, media organik yang bisa dibuat sendiri di rumah memungkinkan tanaman mendapat lebih banyak ruang untuk berkembang. “Sebaiknya Bapak Ibu, Oma Opa, sebisa mungkin tetap menggunakan media tanam yang organik yang bisa kita perbarui setiap saat dan bahan-bahannya melimpah di sekitar kita,” Gus Iful menambahkan dalam sesi webinar Geriatri 27 Februari 2021 yang berjudul “Sehat dan Bugar dengan Berkebun”. (Vania Nurmalita untuk Geriatri.id)

lansia,berkebun,covid-19,Muhammad Syaiful Rohman,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,merawat lansia,geriatri

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026