Dokter Lansia di Yogyakarta Antusias Divaksin Covid-19, Tak Perlu Ragu


Berita Lansia - “Jadi tidak perlu ragu dan takut serta khawatir vaksinasi ini Insya Allah aman untuk kita semua,” kata Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK(K).

2021-02-10 09:53:42

Geriatri.id--Program vaksin Covid-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan terus berjalan. Pada Selasa (9/2/2021), RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menggelar vaksinasi perdana bagi Lansia di Gedung Instalasi Rawat Jalan terhadap dokter lansia di atas 60 tahun.

Peserta vaksin, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK(K). menyatakan  sangat antusias mendapatkan kesempatan untuk vaksinasi Covid-19 pertama kali di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hardyanto mengatakan tenaga medis sangat berisiko terpapar Covid-19 sehingga vaksinasi ini diharapkan dapat membentuk imunitas. 

“Jadi tidak perlu ragu dan takut serta khawatir vaksinasi ini Insya Allah aman untuk kita semua,” kata Hardyanto dalam keterangan pers RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Sebanyak 32 dokter yang berusia 60 tahun ke atas dari berbagai kelompok staf medik di lingkungan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menjalani vaksinasi. Beberapa dokter yang hadir dalam kegiatan vaksinasi ini antara lain Dr. dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD, Sp.JP(K), FIHA, FINASIM, FICA, FAsCC, FAPSIC; Dr. dr. Yusmein Uyun, SpAn, KAO, dr. Kristiana Etnawati, Sp.KK(K) , dr. Raden Bowo Pramono, Sp.PD, KEMD dan Dr. dr. Supomo, Sp.B, Sp.BTKV(K). 

Mekanisme pemberian vaksinasi dilakukan dengan cara yang sama, para lansia penerima vaksin dipersilakan melakukan registrasi terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP untuk kemudian diberikan kartu vaksin. Selanjutnya, petugas kesehatan melakukan screening kesehatan sebelum dilakukan vaksinasi. 

Screening ini dilakukan untuk melihat status kesehatan dari masing-masing lansia. Bagi lansia yang tensinya cenderung tinggi atau memiliki riwayat hipertensi, dipersilakan beristirahat selama 15 menit untuk kembali dilakukan tensi. Sedangkan bagi lansia yang memiliki tensi normal dan tidak memiliki 4 dari 11 penyakit yang membahayakan (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal), bisa langsung menuju meja vaksinasi. 

Proses vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan vaksin sebanyak 0,5 ml ke dalam otot dalam dua dosis. Bedanya bagi lansia, suntikan vaksin yang kedua akan diberikan dengan selang waktu 28 hari. (Baca: Mengapa Lansia Harus Tunggu 28 Hari untuk Vaksin Covid-19 Kedua?)

Dian Ediono, General Manager Branc Office Yogyakarta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk turut mendukung program vaksinasi ini sebagai salah satu langkah percepatan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

”Sebagai salah satu penyelenggara layanan publik, saya merasa lega bisa turut serta menjadi orang yang mendapatkan vaksin. Saya juga berharap kepada masyarakat yang masih menunggu giliran vaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya bersama dalam menanggulangi pandemi ini,” kata Dian

Setelah proses vaksinasi selesai, para lansia diobservasi oleh dokter dan tidak ditemukan adanya laporan terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan berusia di atas 60 tahun secara resmi telah dimulai, serentak di 34 provinsi di Indonesia. (Baca: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Nakes Mulai Senin)

Vaksinasi terhadap lansia dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan vaksin buatan Sinovac-BioTech, CoronaVac pada penduduk di atas 60 tahun. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat 11.600 tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun. Setelah lansia tenaga kesehatan, kata Budi, pemerintah secara paralel akan mendata lansia umum untuk pendataan untuk mendapat vaksin Covid-19. (ymr)

 *Vaksinasi dokter berusia di atas 60 tahun di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Selasa (9/2/2021)/dok RSUP Dr Sardjito

 

Lansia,Vaksin,Covid-19,Vaksinasi,Hardyanto Soebono,RSUP Dr Sardjito,Kemenkes,BPOM,Budi Gunadi Sadikin,Sinovac,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026