Ini Panduan Pertama Turunkan Demensia dari WHO


Jumlah penderita demensia diperkirakan akan meningkat dari sekitar 50 juta menjadi 152 juta pada 2050.

2019-06-24 23:03:33

geriatri.id - Jumlah penderita demensia diperkirakan akan meningkat dari sekitar 50 juta menjadi 152 juta pada 2050. Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan panduan pertama untuk menurunkan risiko demensia.

"Kita perlu melakukan semua yang kita bisa untuk menurunkan risiko kita terhadap demensia," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir Malay Mail.

Panduan yang disusun WHO untuk menurunkan risiko demensia didukung bukti-bukti ilmiah yang dapat menunda atau memperlambat penurunan fungsi kognitif atau demensia.

"(Bukti ilmiah) mengonfirmasi apa yang kita yakini selama ini, bahwa apa yang baik untuk jantung kita juga baik untuk otak kita," jelasnya.

Salah satu rekomendasi WHO melalui panduan ini adalah penerapan gaya hidup sehat, salah satunya dengan menerapkan pengaturan pola makan seimbang seperti diet Mediterania. 

Rekomendasi WHO lainnya untuk menekan risiko demensia adalah berhenti merokok, menghindari minuman beralkohol dan menjaga berat badan tetap dalam batas normal atau sehat. 

WHO juga menganjurkan latihan kognitif untuk membantu stimulasi otak sehingga risiko demensia bisa menurun. Kehidupan sosial yang aktif juga direkomendasikan WHO dalam upaya pencegahan demensia. 

Beberapa studi menunjukkan kehidupan sosial yang kurang aktif pada lansia dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif.

WHO dalam panduannya juga menyoroti beberapa kebiasaan hidup yang dapat meningkatkan risiko demensia di antaranya aktivitas fisik yang tidak aktif, kebiasaan merokok atau penggunaan tembakau, pola hidup tidak sehat dan konsumsi alkohol berlebih.

Beberapa masalah kesehatan juga dapat membuat risiko demensia meningkat seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas dan depresi.

Di sisi lain, WHO mengungkapkan risiko demensia juga dipengaruhi faktor-faktor yang tak bisa diubah di antaranya usia dan riwayat keluarga.

Usia merupakan faktor risiko paling kuat untuk penurunan kognitif. Namun demensia bukan hal alami atau konsekuensi yang tak bisa dihindari dari proses penuaan. Karena itu, faktor-faktor risiko demensia yang bisa dimodifikasi juga perlu tetap dikontrol.

"Kita tahu ada beberapa faktor risiko demensia yang sebenarnya bisa dimodifikasi," kata Dr Neerja Chowdhary dari WHO.(rif)

Demensia,lansia,Geriatri,WHO

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026