Senangnya ala Kepala Desa 'Tercantik'


Di antaranya adalah upaya menghadirkan akses listrik dari wilayah Kabupaten Rembang ke desa saya di Kabupaten Pati, yang lambangnya “Ikan Bandeng”.

2026-07-27T12:31

GERIATRI.CO.ID - Halo, Opa Opa sekalian. Saya mau sekadar berbagi cerita tentang apa yang rasakan di sini, di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, sebuah desa yang berada di kawasan pesisir di Kabupaten Pati. Karena, terus terang, saya merasakan dan memahami dinamika kehidupan masyarakat nelayan secara lebih mendalam di sini.

Oya, nama Maretta Dwi Riyani. Saya lebih dikenal sebagai “Ibu Reta” sewaktu saya masih di kampung halaman Purwokerto. Dan nama tersebut terbawa sampai ke Pecangaan, tempat saya mengikuti suami yang membawa ke tempat ini di penghujung 1970-an.

Beberapa tahun setelah menetap, muncul kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa. Dengan dukungan penuh dari suami dan keluarga besar, saya memutuskan untuk mencalonkan diri. Alhamdulillah, saya memperoleh kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai kepala desa. 

Amanah tersebut membuka ruang pembelajaran yang luas bagi saya. Saya menemukan bahwa peran kepemimpinan, pengelolaan, serta koordinasi masyarakat merupakan bagian dari panggilan hati yang saya jalani dengan penuh dedikasi.

Selama kurang lebih 10 tahun mengemban tugas sebagai kepala desa, terdapat satu hal yang saya kenang dengan penuh kehangatan, yakni menjadi satu-satunya perempuan dalam jajaran kepala desa pada saat pelantikan. Hal tersebut sering saya sampaikan dengan selingan humor sebagai “kades tercantik”, bukan dalam arti fisik, melainkan karena posisi saya sebagai satu-satunya perempuan di antara para kepala desa laki-laki.

Dalam masa pengabdian tersebut, saya juga mengalami berbagai peristiwa yang berkesan dan sarat makna. Di antaranya adalah upaya menghadirkan akses listrik dari wilayah Kabupaten Rembang ke desa saya di Kabupaten Pati, yang lambangnya “Ikan Bandeng”. Serta, ada pula berbagai pengalaman unik lain yang mencerminkan dinamika kehidupan masyarakat. Setiap pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga yang memperkaya perjalanan pengabdian saya.

Selain itu, sejak dekade 1980-an, saya telah aktif dalam kegiatan organisasi, khususnya di Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati. Di dalamnya terdapat aktivitas sosial ekonomi melalui KUD “Sarono Mino”. Saya secara konsisten terlibat dalam kepengurusan, termasuk dalam Badan Pengawas, dan berpartisipasi dalam setiap proses reorganisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Untuk periode 2024–2029, saya dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas KUD Sarono Mino Kabupaten Pati. Dalam struktur kepengurusan tersebut, saya kembali menjadi satu-satunya perempuan, yang saya maknai sebagai tanggung jawab sekaligus kehormatan untuk terus berkontribusi.

Seluruh aktivitas yang saya jalani berlandaskan pada panggilan hati untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Keterlibatan saya dalam kegiatan kenelayanan terus berlanjut hingga saat ini, seiring dengan kedekatan saya terhadap kehidupan masyarakat pesisir. Harapan jangka panjang saya adalah dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi nelayan, sekaligus memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Aamiin.

Oleh karena itu, saya juga terus mengembangkan diri melalui berbagai proses pembelajaran, salah satunya dengan mengikuti Talents Mapping sejak tahun 2021. Saya meyakini bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia. Untuk para Opa dan Oma yang berkenan, kesempatan belajar ini terbuka luas melalui komunitas lansia online yang tersedia, sebagai wadah untuk terus bertumbuh dan berkontribusi.

Duh, senang deh rasanya bisa berbuat banyak buat masyarakat sekitarnya.  


 

cerita dari lansia,cerita lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Robot Mulai Diuji untuk Mendampingi Lansia Berjalan

Anggota Keluarga Menjadi Caregiver, Apa yang Mesti Disiapkan?

Jakarta Perkuat Layanan Antargenerasi untuk Anak dan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026