Pemerintah Perkuat Program Pemberdayaan Lansia


Berita Lansia - Perlu kerja sama lintas sektor dalam menjalankan program pemberdayaan lansia.

2021-01-27 06:44:31

Geriatri.id--Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga bisa disebut negara akan menghadapi era penuaan. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahaw dalam waktu hampir lima dekade, persentase lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2020), yakni menjadi 9,92 persen (26 juta-an).

Meskipun saat ini terdapat sejumlah penduduk lansia yang masih aktif, namun seiring meningkatnya jumlah lansia di Indonesia maka rasio ketergantungan terhadap lansia juga ditaksir akan meningkat secara signifikan.

Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Togap Simangunsong mengatakan bahwa perlu kerja sama lintas sektor dalam menjalankan program pemberdayaan lansia.

"Kondisi pada saat ini, Bappenas sedang melakukan penetapan rancangan terkait Perpres tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan sangat prioritas dan mendesak dengan tujuan dapat mendorong persiapn isu kelanjutsuiaan lebih dini, mengoptimalkan dan memperpanjang produktivitas lansia khususnya saat menghadapi bonus demografi yang akan datang agar lansia Indonesia dapat hidup mandiri, sejahtera, dan bermartabat," katanya saat Rapat Koordinasi, Sinkronisasi, Pengendalian Pelaksanaan Program Lanjut Usia di Hotel Ibis Style, Jakarta, Selasa (25/1/2021) dilansir laman Kemenko PMK.

(Baca juga: Ada 17 Ribu Lansia Berusia 100-115 Tahun di Indonesia)

Togap menambahkan, Kemenko PMK berencana melakukan rangkaian kegiatan Kota Ramah Lansia (KRL) Mandiri dengan kementerian/lembaga K/L terkait untuk dijadikan sebagai pilot project.

Kegiatan tersebut nantinya akan dilakukan dengan melakukan analisis indikator terlebih dahulu dengan Permensos No. 4 Tahun 2017, dalam Pasal 5 tentang 15 kriteria kota dapat dinilai ramah lansia sebagai landasannya.

"Kita harapkan untuk target kegiatan puncaknya akan dilakukan bersamaan dengan Hari Lansia Nasional," ucap Togap.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Ekonomi Kependudukan FE-UI Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo atau yang akrab disapa Tuning mengungkap bahwa secara mendasar dibutuhkan kerangka konseptual yang dapat memperbaiki kapasitas hidup lansia, baik dalam aspek ekonomi, kesehatan, maupun sosial.

Dalam mengawal isu lansia, Prof Tuning menyatakan bahwa dibutuhkan sistem berbasis short term yang membutuhkan perhatian khusus seperti crash program guna memitigasi lansia dalam menghadapi bencana (alam, kesehatan, maupun sosial).

"Kemenko PMK diharapkan dapat melakukan tugasnya untuk dapat merumuskan konsep ini bersama Kemeterian teknis terkait," katanya. (ymr)

*Foto Pixabay

Lansia,BPS,Kemenko PMK,Lanjut Usia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026