UI Kenalkan Aplikasi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular


Berita Lansia - Aplikasi mCARE dikembangkan dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Hening Pujasari, S.Kp., M. Biomed., MANP., Ph.D sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat.

2021-01-08 07:02:30

Geriatri.id--Dosen Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi berbasis android untuk penapisan atau deteksi dini risiko penyakit tidak menular. Aplikasi bernama mCARE berisi tentang pola kehidupan sehari-hari seperti aktivitas fisik, merokok, pola tidur, konsumsi alkohol dan beberapa item lainnya.

Dilansir laman Nursing UI, aplikasi itu dikembangkan dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Hening Pujasari, S.Kp., M. Biomed., MANP., Ph.D sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Hening sebagai pengusul utama bersinergi dengan beberapa dosen dan mahasiswa keperawatan untuk bekerja sama dengan mitra dari Posyandu di daerah Kukusan, Depok. 

Ada tiga posyandu yang bermitra dengan tim Pengabdi yaitu Posyandu Anggrek, Posyandu Flamboyan serta Posyandu Wijayakusuma di Depok sebagai pemakai aplikasi. Pengenalan aplikasi mCARE kepada kader posyandu dilakukan pada Selasa, 29 Desember 2020. 

Aplikasi mCARE merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk deteksi dini  terhadap faktor resiko yang mencetuskan penyakit tidak menular. Kontennya berisi tentang pola kehidupan sehari-hari seperti aktivitas fisik, merokok, pola tidur, konsumsi alkohol dan beberapa item lainnya. Total pengisian pertanyaan sekitar 10 menit dan diisi oleh kader Posyandu.

Aplikasi mCARE hanya dapat dilakukan oleh petugas kesehatan dan ibu-ibu kader posyandu terkait. Ke depan, pengembangan aplikasi ini akan bisa digunakan oleh masyarakat luas sebagai self screening.

Penyakit tidak menular atau Non-communicable Diseases(NCDs) merupakan masalah kesehatan yang menjadi tantangan global besar. Dari 56 juta kematian di seluruh dunia pada 2015, 40 juta di antaranya disebabkan oleh NCDs dan biasanya berkembang dalam waktu yang lama. NCDs sering juga disebut sebagai the invisible epidemic karena merupakan penyebab utama yang sering tidak diperhatikan dari terhambatnya perkembangan ekonomi suatu negara. 

Di Indonesia, penyakit NCDs terbanyak adalah penyakit jantung coroner. Oleh sebab itu deteksi dini terhadap penyakit tidak menular ini perlu di kembangkan lebih lanjut. (ymr)

lansia,geriatri,Universitas Indonesia,Jantung Koroner,Penyakit Tidak Menular,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026