Berenang Bantu Cegah Penyakit Kardiovaskular


Berita Lansia - Peneliti membuktikan bahwa berenang ama efektifnya dengan jenis olahraga aerobik lainnya untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular bagi lansia.

2020-12-25 07:02:19

Geriatri.id - Berenang merupakan olahraga yang dianggap aman bagi orang lanjut usia. Studi terbaru menunjukkan bahwa berenang menurunkan risiko penyakit kardiovaskular bagi orang tua.

Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa berenang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Tetapi, masih sedikit bukti bahwa berenang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular untuk kelompok lanjut usia dan meningkatkan kesehatan jantung.

Dilansir laman Independent dan Theconversation, studi dari Sheffield Hallam University ini mengeksplorasi efek jangka panjang dari latihan aerobik berbasis air yang teratur terhadap kesehatan jantung.

Peneliti membuktikan bahwa olahraga ini sama efektifnya dengan jenis olahraga aerobik lainnya untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular bagi orang tua.

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Penyakit kardiovaskular yang umum adalah penyakit jantung iskemik (ischemic heart disease atau IHD), strok, penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung hipertensi (hypertensive heart disease), penyakit jantung reumatik (rheumatic heart disease atau RHD), aneurisme aorta (aortic aneurysm), kardiomiopati (cardiomyopathy), fibrilasi atrium (atrial fibrillation), penyakit jantung bawaan (congenital heart disease), endokarditis, dan penyakit arteri perifer (peripheral artery disease atau PAD).

Studi ini melibatkan 80 orang yang berusia di atas 55 tahun dengan tekanan darah normal dan tanpa kondisi klinis yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes.

Peneliti menghindari perekrutan orang yang secara teratur melakukan olahraga intensitas tinggi, seperti crossfit.

Ini untuk memastikan bahwa semua pola olahraga yang bandingkan semirip mungkin, dan karena latihan intensitas tinggi bisa sulit dilakukan di dalam air.


Peserta berolahraga rata-rata empat kali seminggu, setidaknya selama enam bulan.

Peneliti membandingkan orang-orang yang olahraga di dalam air dengan mereka yang olahraga di gym atau mengikuti kelas olahraga, dan mereka yang melakukan campuran dari kedua jenis olahraga tersebut.

Peneliti juga membandingkan data ini dengan kelompok referensi yang tidak berolahraga sama sekali.

Seperti dilansir The Independent, Rabu (23/12), untuk melihat efek olahraga terhadap kesehatan jantung, peneliti mengukur seberapa efisien lapisan vena dalam (endotel) dari vena kecil dan arteri besar mereka.

Endotelium sangat penting untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia berapa pun.

Peneliti menemukan bahwa ketiga mode olahraga menawarkan manfaat serupa untuk arteri dan vena kecil.

Mekanisme di balik temuan ini tidak terlalu jelas. Namun, kemungkinan ini karena olahraga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh.

Ini adalah komponen kunci untuk menjaga fungsi endotel di vena kecil dan arteri. Jadi, semakin besar produksi oksida nitrat, semakin baik arteri dan vena kecil dapat bekerja.***(ymr)

*Foto Pixabay
 

lansia,geriatri,berenang,cardiovascular,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026