Kumpul Teman Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia


Berita Lansia - Studi yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology: Psychological Sciences menyimpulkan bahwa sosialisasi dapat menjadi resep yang membantu lansia meningkatkan kesehatan otak.

2020-11-03 22:07:11

Geriatri.id - Hasil studi menyebutkan bahwa para lansia yang berkumpul secara teratur dengan teman, menjadi sukarelawan, atau menjadi peserta kelas tertentu, memiliki otak lebih sehat. 

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology: Psychological Sciences menyimpulkan bahwa sosialisasi dapat menjadi resep yang membantu lansia meningkatkan kesehatan otak.

"Begitu orang kehilangan sel otak, mereka biasanya hilang selamanya," kata Cynthia Felix, ahli geriatri di University of Pittsburgh dilansir laman Popular Science. Kehilangan sel otak menjadi sebab munculnya demensia. Ada pengobatan untuk beberapa gejala demensia, tetapi tidak ada obatnya. "Cara yang lebih baik untuk mendekati demensia, menurut saya, adalah dengan mencegahnya," kata Felix.

Felix dan rekan-rekannya mengandalkan data dari studi National Institutes of Health yang berlangsung dari akhir tahun sembilan puluhan hingga 2011.

Mereka mengumpulkan informasi dari 293 peserta yang rata-rata berusia 83 tahun dan masih tinggal di lingkungan komunitas daripada hidup dengan bantuan atau fasilitas lain.

Selain analisis data, tim juga memindai otak para peserta dengan perangkat Difusi Tensor Imaging MRI.

Pencitraan otak tersebut secara sensitif mengukur integritas seluler sel-sel otak yang digunakan untuk keterlibatan sosial.

Para peserta juga memberikan informasi tentang keterlibatan sosial mereka.

Ada yang melakukan permainan papan bersama kawan, pergi ke bioskop, pelesir ke tempat jauh, belajar hal baru, berdoa di tempat ibadah, atau bergabung dalam komunitas.

Felix dan rekan-rekannya kemudian merancang sistem penilaian untuk menentukan peringkat tanggapan.

Mereka membandingkan skor setiap peserta dengan scan MRI mereka. Mereka menemukan bahwa orang yang mendapat skor lebih tinggi pada pertanyaan keterlibatan sosial, rata-rata, memiliki lebih banyak integritas seluler di bagian otak yang berhubungan dengan interaksi sosial.

Mereka juga menemukan bahwa tidak perlu banyak untuk menjaga kesehatan otak: kunjungan dengan satu orang, seminggu sekali sudah cukup untuk membuat perbedaan yang mencolok.


Penelitian ini dilakukan sebelum pandemi Covid19, tetapi Felix mengatakan hasilnya sangat penting untuk sekarang, ketika lansia sangat sulit untuk bersosialisasi dengan aman.

Meskipun tidak ada data tentang apakah aktivitas online akan memberikan dampak sebesar pertemuan langsung, kata Felix, ada sesuatu yang lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Data kami dikumpulkan sebelum pandemi Covid-19, tetapi saya yakin temuan kami sangat penting saat ini, karena isolasi sosial untuk lansia dapat menempatkan mereka pada sejumlah risiko, termasuk demensia," kata penulis utama studi, Cynthia Felix.

Dalam jangka panjang, Felix berharap program sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari perawatan lansia.

Misalnya, memberikan akses kepada lansia ke gym dan aktivitas kebugaran lainnya. Kegiatan seperti bermain permainan papan bersama, minum teh, pergi ke bioskop, atau berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Semua kegiatan itu memiliki potensi agar otak lansia tetap sehat terawat.*** (ymr)

*Foto Pixabay

lansia,geriatri,covid19,demensia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026