Kiat Memilih Makanan yang Tepat untuk Lansia Sehat


Berita Lansia - Lansia butuh asupan gizi yang tepat agar tetap sehat dan kualitas hidupnya tetap terjaga. Nah, bahan makanan apa yang sebaiknya diberikan pada lansia?

2020-10-29 14:44:42

Geriatri.id - Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan populasi lansia yang semakin hari semakin bertambah.

Lansia dengan beragam penyakit penyerta dan kondisi fungsional tubuh yang sudah tidak seoptimal dahulu lagi, menjadikan lansia kelompok yang unik, dimana kejadian untuk gagal sembuh (failure to thrive) dan deteksi penyakit yang lebih sulit karena gejala tidak khas yang terdapat pada lansia itu sendiri.

Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, S.Gz, RD, Dietisien Ruang Rawat Inap Geriatri RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, mengatakan bahwa faktor nutrisi menjadi salah satu hal yang penting juga untuk dibahas.

“Karena sebagian besar lansia yang masuk dirawat di rumah sakit datang dengan kondisi malnutrisi, yang kemudian tentu akan berpengaruh terhadap progresivitas dan prognosis penyakitnya,” paparnya pada acara webinar awam  dengan tema “Memilih Bahan Makan yang Tepat untuk Lansia Sehat.”

Ajeng menjelaskan, gizi yang seimbang tentu harus dicapai namun dalam prakteknya belum banyak diterapkan pada lansia.

Kondisi seperti gigi tanggal, konstipasi, dan rasa cepat kenyang pada lansia sering menjadi halangan untuk lansia mendapat nutrisi yang adekuat guna mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari.

Untuk masalah gigi tanggal, dapat coba disiasati dengan blenderized food, dimana makanan diolah menggunakan mesin blender, diubah teskturnya menjadi lebih mudah dicerna, untuk makanan jenis kacang-kacangan dapat diolah menjadi bentuk yang lebih kecil, dengan proses penumbukan atau digiling menjadi bentuk lebih halus.

Kondisi konstipasi dapat coba disiasati dengan menambahkan makanan berserat maupun tambahkan cairan dalam menu makanan lansia, baik dalam bentuk blenderized atau bentuk makanan standar pada umumnya.

Menurut Ajeng, makanan sehat dan bergizi pada lansia pada dasarnya memiliki takaran tertentu yang telah disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan kebutuhan kalori dari masing-masing lansia yang tidak bisa disamaratakan, mengingat kondisi dan penyakit lansia juga berbeda-beda.

Prinsip dasar yang dapat dipegang adalah harus mencapai kebutuhan kalori yang sudah ditargetkan, dan makanan-makanan tersebut tidak harus selalu mahal, karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan, serta kemampuan masing-masing lansia dan pramurawat, dan banyak sekali pilihan bahan penukar makanan jika bahan makanan yang dianjurkan sulit ditemukan di daerah masing-masing, atau lansia secara pribadi kurang menyukai bahan makanan yang dianjurkan.

Nah Opa Oma dan Sobat Lansia, jangan lupa untuk terus menyimak acara-acara webinar yang diselenggarakan Geriatri.id. Pastinya akan banyak ilmu dan wawasan yang bisa kita peroleh. Nantikan jadwal webinar awam berikutnya ya!

Penulis: dr. Janice Emmanuella

Foto : freepik.com

 

 

 

lansia,geriatri,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026