Opa, Oma Yuk Berkenalan Dengan Profesi Dietitian


Berita Lansia - Ternyata tenaga kesehatan yang biasa merawat lansia tidak hanya dokter atau perawat saja.

2020-10-18 19:35:05

Geriatri.id - Opa-oma, selama ini mungkin berpikir, tenaga kesehatan yang biasa merawat lansia ketika menjalani perawatan di rumah sakit hanya terbatas pada dokter atau perawat saja. Tetapi, tahukah opa oma, dibalik kesibukan para dokter dan perawat, ada lho orang yang memperhatikan asupan gizi bagi opa-oma agar tetap tercukupi gizinya selama menjalani perawatan.

Nah, dia adalah dietitian atau ahli gizi. Ahli gizi dari RSCM Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, S.Gz, RD, mengatakan, berbeda dengan dokter, dalam merawat pasien yang menjalani rawat inap, tenaga profesi ahli gizi bertugas melakukan assesment atau penilaian kepada pasien terkait masalah gizi yang mereka alai sejak saat pertama kali datang kerumah sakit. 

"Berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi akan menghitung kebutuhan gizi atau nutrisi harien pasien, dan menentukan diet apa yang tepat pada pasien di ruang rawat inap," kata Ajeng, dalam webinar Kelas Lansia Online yang dihelat oleh Geriatri.id, Minggu (18/10).

Masing-masing pasien dihitung kebutuhan nutrisinya sesuai kondisi individu masing-masing terkait berat badan, penyakit yang diderita serta status gizi ketika masuk rumah sakit.

Selain melakukan penilaian kebutuhan gizi pasien, seorang ahli gizi juga bertugas mengawas distribusi makanan kepada pasien. "Setelah menu untuk masing-masing pasien tersusun, sesuai diet masing-masing, kita double cek apakah ada yang terlupa, atau apakah menu sudah aman misalnya dari gangguan binatang seperti semut atau lalat," ujar Ajeng.

Tugas ahli gizi di rumah sakit ternyata juga cukup melelahkan lho opa-oma. Ajeng memaparkan, dalam sehari seorang ahli gizi bisa melakukan penilaian atau pengawasan antara 300-500 porsi per hari.

"Saat ini karena pandemi Covid-19 memang ada penurunan jumlah pasien rawat inap karena ada keterbatasan tenaga juga yang banyak dipakai di rumah sakit rujukan Covid sehingga kapasitas ruangan rawat inap memang tidak full," jelas Ajeng.

Selain mengawasi diet pasien rawat inap di rumah sakit, seorang ahli gizi juga bertugas untuk melakukan penyuluhan terkait pentingnya menjaga asupan gizi seimbang kepada masyarakat. Hal ini, kata Ajeng, penting diperhatikan oleh keluarga yang merawat lansia di rumah.

Dia mengungkapkan, dalam banyak kasus, karena kurangnya perhatian akan asupan gizi, ketika masuk ke ruang rawat rumah sakit, banyak lansia mengalami kondisi malnutrisi. "Kebanyakan karena keluarga tidak aware, kasih makan seadanya atau memang tidak mengetahui nutrisi dan menu yang tepat bagi opa dan oma. Karena itu saya menganjurkan dari keluarga bisa mengupayakan nutrisi yang lebih optimal kepada opa-oma di rumah," pungkas Ajeng. (mag)

 
LansiaOnline, Memilih Bahan Makan yang Tepat untuk Lansia

Menyambut Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, GERIATRI.id mempersembahkan webinar untuk umum dengan tema "Memilih Bahan Makan yang Tepat untuk Lansia" dengan pembicara Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, S.Giz, Dietisien Ruang Rawat Inap Geriatri RS Cipto Mangunkusumo. Seperti apa menu makanan yang tepat untuk lansia dan bagaimana cara membuatnya?

Posted by Geriatri.id on Sunday, October 18, 2020

foto: ilustrasi makanan bergizi (piqsels)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,dietitian,ahli gizi,berita lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026