Merawat Lansia di Masa Pandemi, Apa Yang Harus Dilakukan Keluarga?


Berita Lansia - Merawat lansia, keluarga harus mengenali gejala-gejala gawat

2020-10-06 11:21:56

Geriatri.id - Merawat lansia di masa pandemi Covid-19 jelas tidak mudah. Banyak hal yang harus dilakukan pihak keluarga atu caregiver (perawat) agar segala kebutuhan lansia bisa terlayani, tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan agar lansia tetap aman dari bahaya terpapar virus.

Lantas apa yang harus dilakukan? Perhimpunan Gerontologi Medis Indonesia (Pergemi), merekomendasikan beberapa hal terkait hal ini:

Pertama, pelaku rawat atau keluarga dapat menggunakan layanan kunjungan rumah (homecare) untuk membantu merawat lansia. Bagi petugas kesehatan yang datang ke rumah lansia sakit harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat (APD level 2). Pelayanan kunjungan rumah terutama diperuntukkan bagi lansia dengan ketergantungan berat atau total (hampir seluruhnya atau sama sekali tidak dapat melakukan kegiatan dasar sehari-hari tanpa bantuan pelaku rawat). 

Kedua, pelaku rawat atau keluarga harus mengenali gejala-gejala gawat dan/ atau darurat dan segera membawa lansia ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat, apabila lansia tersebut memiliki gejala:

  • Perubahan kesadaran: bicara meracau, tidak lancar, lebih sering mengantuk, atau tiba-tiba mengompol.
  • Gejala stroke : kelemahan satu sisi, bicara pelo, sakit kepala hebat, kejang.
  • Ada nyeri dada yang terjadi secara tiba-tiba dan memberat.
  • Sesak napas memberat.
  • Diare, mual, atau muntah yang berkepanjangan.
  • Pendarahan yang tidak dapat berhenti.
  • Jatuh diikuti dengan perubahan kesadaran atau gangguan mobilisasi. 
  • Nyeri yang tidak tertahankan

Ketiga, pelayanan telemedis/ telekonsultasi terutama diperuntukkan untuk pasien lansia yang sudah rutin kontrol berobat ke fasilitas kesehatan sebelumnya dan menjadi sarana konsultasi awal apakah lansia perlu atau tidak datang berobat ke fasilitas kesehatan (Poliklinik). Sedangkan pelayanan poliklinik rawat jalan direkomendasikan untuk pasien lansia baru (memiliki keluhan baru dan belum pernah berobat sebelumnya) atau direkomendasikan oleh dokter berdasarkan telekonsultasi. 

Keempat, secara bertahap lansia/pasien geriatri dapat berkunjung ke rumah sakit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Lansia yang berobat ke rumah sakit harus menggunakan masker dan hanya ditemani oleh 1 orang pelaku rawat (keluarga) di ruang kamar periksa.

Pelaku rawat juga wajib menggunakan masker dan memastikan lansia untuk selalu memakai maskernya selama di luar lingkungan rumah. Sebelum datang ke rumah sakit, diharapkan terlebih dahulu menghubungi fasilitas kesehatan untuk penjadwalan berobat. (mag)

foto: ilustrasi lansia bahagia (flickr)

lansia,merawat lansia,lansia sehat,geriatri,temu ilmiah geriatri,tig2020,pergemi,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026