
Geriatri.id - Frailty atau kerapuhan pada lansia dapat membahayakan bagi lansia. Karenanya, lansia harus dijaga kondisi fisik dan kesehatannya agar tidak mengalami kerapuhan.
"Ada perbedaan signifikan antara sindrom kerapuhan atau frailty dengan dampak penuaan sindrom kerapuhan bersifat reversible atau dapat diperbaiki menuju keadaan bugar, sementara efek penuaan berlanjut terus seiring pertambahan usia," kata Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD, K-Ger, MPH, kepada Geriatri.id.
Apa saja hal yang harus diperhatikan agar lansia tidak mengalami kerapuhan?
Pertama, perhatikan kecukupan makanan, kecukupan protein, kecukupan energi harian, dan multivitamin.
"Vitamin yang jumlahnya harus dicukupi khususnya adalah vitamin A, D dan E. Karena kalau jumlahnya kurang dapat meningkatkan risiko kerapuhan," ujar dr. Nina.
Kedua, perhatikan masalah pada mulut lansia. Penggunaan gigi palsu, masalah mengunyah dan menelan, berhubungan dengan peningkatan risiko frailty.
"Lansia harus selalu dievaluasi fungsi mengunyah dan menelanny agar bila ada masalah dapat diatasi lebih dini agar proses pengolahan makanan pada lansia dapat berjalan optimal," jelas dr. Nina.
Ketiga, adalah olahraga atau aktivitas fisik. "Aktivitas fisik atau olahraga menjadi penting karena makanan baru akan menjadi otot kalau disertai dengan aktivitas fisik secara ritmik dan teratur," tegas dr. Nina.
Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD, K-Ger, MPH akan hadir di acara Temu Ilmiah Geriatri, pada sesi kedua hari ini, Minggu 4 Oktober 2020, pukul 12.30, yang akan membahas masalah manajemen frailty pada lansia.
Pada sesi kedua ini akan hadir pula Dr. dr. Martina Wiwie, SpKJ(K) yang akan membahas masalah aspek psikilogis pada lansia dengan demensia. dr. Wiwie akan membawakan makalahnya pada pukul 11.50.
Setelah itu akan hadir dr. Sri Sunarti, Sp.PD, K-Ger yang akan membahas masalah kerapuhan kognitif pada lansia. Sesi dr. Sri Sunarti akan hadir pada pukul 12.10.
Sebelumnya, pada sesi pertama, pada pukul 10.05 akan hadir Dr. Wanarani Aries Sp.KFR(K) yang akan membahas rehabilitasi medis pada lansia dengan kerapuhan yang mengalami masalah pernapasan.
Sesi pertama ini juga akan menghadirkan dr. Fatichati Budiningsih, Sp.PD, K-Ger yang akan membahas tema asma dan gangguan paru obstruktif kronik pada lansia.
Juga jangan lewatkan sesi seminar awam yang akan menghadirkan dr. Ika Fitriana, Sp.PD, K-Ger, pada pukul 16.10. dr. Ika akan membahas masalah meningkatkan stamina lansia selama pandemi. Sesi ini juga dapat diikuti pada laman FB Geriatri.id dan Youtube Geriatri TV. (mag)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri