Geriatri.id - Tinggal di rumah demi menghindari terinfeksi Covid-19, bisa berdampak pada kesehatan mental lansia. Untuk itu, Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) menerbitkan rekomendasi terkait upaya menjaga kesehatan mental lansia selama masa pandemi.
Pergemi mengungkapkan, gangguan mental sangat sering terjadi pada populasi usia lanjut. Cepatnya perburukan pada pasien lansia yang mengalami infeksi COVID-19, serta tingginya angka kematian pada lansia menyebabkan peningkatan risiko terganggunya kesehatan mental atau memperberat gangguan psikiatrik yang sudah ada sebelumnya dan juga mengganggu status fungsional dan kognitif kalangan lansia.
Adanya gangguan interaksi sosial dengan dunia luar meningkatkan risiko depresi dan cemas di kalangan usia lanjut. Isolasi diri juga akan sangat berdampak pada lansia yang selama ini hanya mengandalkan kontak sosial di luar rumah, seperti panti jompo, daycare khusus lansia atau komunitas tertentu di masyarakat.
Hal yang dapat dilakukan oleh keluarga, kerabat, dan teman-teman adalah lebih sering, menelepon keluarga yang berusia lanjut yang sudah tidak sering dikunjungi lagi, mengajarkan cara berkomunikasi secara online, mengupayakan online konsultasi, atau memberikan hewan peliharaan yang mudah dirawat dan disukai usia lanjut untuk mengatasi perasaan kesepian lansia.
Selain itu, Pergemi juga merekomendasikan, lansia tetap belajar dan disediakan akses telekomunikasi agar dapat memanfaatkan pelayanan telekomunikasi secara maksimal untuk:
foto: ilustrasi lansia kesepian (max pixel)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri