
Geriatri.id - Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM mengatakan masalah frailty atau kerentaan pada lansia penting diperhatikan. Secara umum, data Pergemi mengungkapkan saat ini setidaknya ada sekitar 6 jutaan lansia dalam ancaman frailty dari totoal 26 juta lansia di Indonesia.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam mengatasi masalah ini adalah terkait dengan penatalaksaan frailty. "Terkait penatalaksaan frailty, karena penyebabnya multifaktorial, penatalaksanaannya juga multifaktorial," kata Prof. Ati--panggilan akrabnya-- kepada geriatri.id.
Penatalaksanaan dilakukan mulai dari aktivitas fisik yang reguler. "Itu nanti ada detailnya apa saja aktivitas fisik yang bisa dikerjakan, asupan nutrisi yang baik dan benar, asupan protein yang cukup, vitamin D, vitamin B, termasuk kalsium di dalamnya," jelasnya.
Tak kalah penting juga aktivitas kognitif, latihan-latihan mental, latihan-latihan kognitif, termasuk latihan otak. "Ini yang disampaikan, ada satu literatur yang menyebutkan sosialisasi itu penting. Orang yang banyak bersosialisasi, tetap aktif bersosialisasi, itu juga memperlambat proses terjadinya frailty atau kerentaan atau kerapuhan," ujarnya. (mag)
foto: ilustrasi lansia bahagia (flickr)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri