
Geriatri.id - Pemerintah berupaya mendorong peningkatan dukungan keluarga dalam perawatan warga lanjut usia (Lansia), termasuk di antaranya dengan mengadakan pelatihan serta menyediakan panduan mengenai tata cara mengurus Lansia.
"Tanpa melibatkan peran keluarga dalam perawatan Lansia sebagai prioritas utama, kita akan susah memperluas jangkauan program," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Harry Hikmat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (27/8/2020) seperti dilansir Antara.
Harry mengatakan dalam hal ini keluarga bisa melibatkan warga Lansia dalam pengambilan keputusan dan pengasuhan anak serta menjadi pengurus atau pendamping warga lanjut usia.
Kemensos, menurut dia, telah mengadakan pelatihan serta membuat buku saku yang bisa menjadi panduan bagi keluarga dalam mengurus dan merawat Lansia.
"Sebelum jauh-jauh memikirkan peran perawat itu di luar keluarga, yang harus diutamakan family support (dukungan keluarga) dulu. Siapkan caregiver (perawat) di dalam keluarga, tapi dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada para Lansia," katanya.
Ia menjelaskan pemerintah berupaya memperkuat dukungan lembaga rehabilitasi sosial dan lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia serta masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan sosial bagi warga lanjut usia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Survei Sosial Ekonomi Nasional, pada Maret 2019 jumlah warga Lansia di Indonesia sekitar 25,6 juta atau 9,6 persen dari populasi. Mayoritas warga Lansia di Indonesia tinggal bersama keluarga.***(ymr)
*Foto Pixabay belajatiraihanfahrizi
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri