
Geriatri.id - Merawat pasien lanjut usia, memang sangat berbeda dengan merawat pasien pada umumnya. "Merawat pasien lansia, bukan hanya fokus pada mengobati penyakitnya, tetapi selain fokus mengatasi penyakit, juga diperhatikan usaha meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan fungsional lansia," jelas dr. Sedijono, Sp.PD., K-Ger, kepada Geriatri.id.
Seorang konsultan geriatri, dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas hidup pasien lansia. "Yang tadinya tidak bisa makan, sulit menelan, menjadi bisa makan dan mampu menelan makanan. Yang tadinya mengompol menjadi tidak mengompol, itu contohnya," jelas dr. Sedijono.
Dia menjelaskan, berbeda dengan tujuan pengobatan pada bidang penyakit dalam umumnya, geriatri bertujuan untuk kepentingan pasien, yaitu dalam konteks memperbaiki kualitas hidup. "Harapannya ke arah menuju kemampuan mandiri. Kalaupun tetap memerlukan bantuan, tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain," ujar dr. Sedijono.
Karakteristik pasien geriatri juga berbeda dengan pasien penyakit dalam umumnya. Pasien geriatri, selain mengalami penuaan juga mengalami berbagai penyakit degeneratif kronik, masalah psiko-sosial, dan masalah lainnya. "Jadi kompleks sekali masalah kesehatan yang harus dipecahkan," jelas dr. Sedijono.
"Biasanya untuk dokter yang tidak memperoleh pendidikan geriatri, tertuju hanya pada penyembuhan gangguan fisiknya, sehingga hal lain yang harus diperbaiki terlewat. Semoga ke depan semua para tenaga pelayanan kesehatan bisa menguasai masalah ini," pungkas dr. Sedijono. (mag)
foto: ilustrasi pasien lansia (piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri