Persiapkan Hari Tua Sejak Saat Ini


Berita Lansia - Saya berpikir ulang tentang persiapan masa depan saat lansia.

2020-08-11 18:49:45

Oleh: Bandari Alamanda *)

Geriatri.id - Setelah mendampingi 18 lansia dengan latar belakang warga negara yang berbeda, saya ingin berbagi tiga kisah yang membuat saya berpikir ulang tentang persiapan masa depan. 

Opa dan Alzheimer

Pria berusia 80 tahun ini tinggal bersama istri (75 tahun) dan putranya (45 tahun) di villa mewah, di lembah dekat sungai yang tertutup hutan.

Gaya hidup jauh dari polusi dan keramaian selama puluhan tahun, kini menjadi tragedi saat membutuhkan banyak bantuan. Bahkan untuk menuju jalan raya, pasangan lansia ini kesulitan melakukannya

Opa gagah dan tampan, perlahan kehilangan kendali otot tanpa mampu menelan liurnya.

Pria pemilik semua impian manusia, tiba-tiba hidup bergantung pada obat dan orang lain. Putus asa dengan dirinya, Opa sering menolak bangun tidur. Istri dan anak yang setia mendampingi juga akhirnya marah dengan diri masing-masing.

Emosi saling menular dan membuat ketiganya frustasi. 

Ada kala, energi Opa melebihi kekuatan otot dan imajinasinya berada di depan kaki kaku bagai es batu.

Dia terjungkal, retak pinggul, harus istirahat total, dan semua orang makin terpuruk. Saat menemaninya, kami saling bercerita, bermain monopoli, dan tertawa. 

Opa merasa memenangkan marathon jika berhasil tidak ngompol malam di kasur.

Dia sering pamer mampu angkat kaki tinggi-tinggi, meski setelahnya akan kelelahan. Hal-hal tersebut jarang dilakukan bersama anak dan istri yang sudah terlalu capek jiwa merawatnya.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Oma dan Demensia

Sehari sebelum Spanyol lockdown karena Covid, seorang wanita berusia 78 tahun yang telah terdiagnosa demensia tingkat lanjut, ditinggal wafat oleh suaminya.

Seketika dia hidup sebatang kara bersama seekor kucing dan dua anjing. Keluarganya tidak bisa menjemput karena jalur keluar masuk negara diputus. Warga sekitar juga sedang ngeri-ngerinya terkontaminasi virus.


Demi kemanusiaan, tetangga ramai-ramai menggeledah rumahnya demi menemukan polis asuransi dan akses bank agar dapat membayar beberapa pekerja yang bertaruh nyawa untuk mengurusnya sepanjang hari.

Meski cemas akan kesehatan pribadi, kami mendampingi Oma yang sudah tidak mampu untuk mandiri itu. 

Dia meracau tentang kenangan saat menikah, bernyanyi lagu jaman muda, dan kadang menjerit "ada orang jahat!".

Berkali-kali dia minta maaf dan berterima kasih, lalu sedetik kemudian dia tidak menyadari kehadiran saya.

Tanpa setuju atau menyanggah perkataannya, kami memastikannya selalu dalam keadaan bersih, aman, dan kenyang. 

Oma dan Puncak Kastil

Setelah berpisah dengan suami yang sering menyakiti dan bertengkar dengan anak karena warisan, seorang wanita berusia 60 tahun lompat dari puncak kastil.

Jiwanya selamat walau kakinya lumpuh. Menolak untuk tinggal di pusat rehabilitasi, dia bertahan tinggal sendirian di rumah yang megah bersama ketiga hewan kaki empat. Padahal, hidupnya sendiri bergantung pada bantuan pekerja sosial dan uang bulanan pemerintah. 

Di akhir pekan, hanya saya yang bersedia mengurus hewan peliharaannya dan membantunya untuk hidup lebih nyaman.

Sambil menyulut tembakau tanpa henti, dicobanya mengumpulkan serpihan harga diri tanpa mampu mengendalikan sumpah serapah. Saat muda, penampilannya bak artis holywood. Kini dia terbaring dengan jiwa dan badan yang kesakitan.

Nilai yang saya pelajari

Kesehatan dan gaya hidup

Umur panjang adalah anugerah jika badan dan jiwa tetap sehat. Kekayaan dan kemasyuran datang berbarengan dengan makanan enak dan gaya hidup yang tidak sehat.

Banyak lansia Spanyol yang masih bugar justru karena secara ekonomi kurang beruntung dan semasa perang bertahan makan rumput.

Mereka banyak jalan kaki atau naik keledai sebelum anak cucunya membeli mobil. Makanan bervetsin, alkohol, rokok, makanan bergula, dan naik ojek menembus polusi, bukan bagian dari resep sehat mereka.

Tempat tinggal


Rumah mewah dan jauh dari keramaian, adalah impian indah. Setelah usia lanjut, rumah sederhana berjarak selangkah dari bala bantuan, adalah pilihan ideal.

Kebiasaan bersikap sopan

Semasa muda, sikap lucu dan menyenangkan lebih digemari dibanding kesopanan. Saat kemampuan bicara menurun dan badan ngilu, manusia sulit untuk melucu.

Sopan santun yang dipupuk bertahun-tahun akan tetap meluluhkan siapapun yang akan menolong dengan senang hati.

Memaafkan dan keputusan untuk bahagia

Saat kesadaran pupus yang tertinggal hanya kenangan masa lalu.

Kekecewaan, marah, dan dengki yang tersimpan rapi puluhan tahun akan tumpah tanpa permisi.

Mari membersihkan lemari kenangan dari sampah, agar saat nanti hanya cinta dan kebahagiaan yang mengalir.

Warisan, Asuransi dan Dana Penguburan

Jika penyakit tua dan kecelakaan datang sementara anak cucu belum mapan, tentu keadaan kita sangat merepotkan banyak pihak.

Jauh lebih baik menyiapkan kedua hal ini ketimbang sibuk mempersiapan barang dan uang bagi generasi penerus.

Anak cucu mungkin punya ambisi dan ide tentang ‘harta’ yang jauh berbeda. Justru yang mereka butuhkan adalah orangtua yang memberi teladan dan dukungan akan impian mereka.

Baik-baiklah memilih pasangan hidup

Mereka melekat bersama kita. Tidak ada yang menyaingi ketentraman saat bersama pasangan.

Sebaliknya, pasangan yang salah akan menggerogoti jiwa dan seluruh hidup. Apa yang sudah anda siapkan untuk masa tua nanti?***

*) Penulis adalah pendamping lansia, di Andalucía, Spanyol Selatan

IG @bandarialamanda

Ilustrasi lansia dengan alzheimer.*** (max pixel)
 

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,kesehatan mental lansia,masa depan lansia,lansia bahagia,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026