Peneliti di AS Menguji Coba Zat Untuk Membuat Vaksinasi pada Lansia Efektif


Berita Lansia - Peneliti di AS menguji coba zat untuk membuat vaksinasi pada lansia.

2020-08-10 19:29:11

Geriatri.id - Banyak negara saat ini tengah berlomba menemukan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi Covid-19. Namun di tengah situasi itu, banyak juga pihak yang meragukan efektivitasnya, khususnya bagi lansia. Namun, saat ini, para ilmuwan di Rumah Sakit Anak Cincinnati telah melihat lebih dalam bagaimana sistem kekebalan kita berubah seiring bertambahnya usia. Dan, temuan mereka ini dapat membantu membuat vaksin flu jauh lebih efektif untuk orang tua. 

Hasil studi tim, yang diterbitkan dalam Science Advances baru-baru ini menunjukkan, alih-alih menjadi lebih lemah, sistem kekebalan pada orang tua secara aktif ditekan oleh aktivitas sekelompok sel kekebalan yang oleh para peneliti disebut sebagai penolong folikel T. Sel ini merupakan sel penghasil interleukin 10 ( Tfh 10) sel --yang menghambat peradangan--, dan penekanan ini bersifat reversibel (dua arah). 

Data penelitian menunjukkan bahwa menghilangkan sel penekan sistem kekebalan ini dapat memicu respons yang lebih kuat terhadap vaksinasi pada lansia. Dan - meskipun lebih banyak penelitian akan diperlukan - tampaknya juga mungkin untuk meningkatkan kekuatan vaksin dengan mengelola sel Tfh 10 dengan cara yang menghindari gangguan peran sel yang berguna dalam menangkis jenis penyakit lain.

"Sel-sel Tfh10 ini terakumulasi secara dramatis dalam tubuh kita seiring bertambahnya usia, dan mereka memiliki efek membuat orang yang lebih tua kurang responsif terhadap patogen yang menyerang dan kurang responsif terhadap vaksin. Vaksin influenza saat ini secara kasar 90% melindungi orang muda, tetapi hanya sekitar 30% efektif pada orang tua," jelas penulis penelitian tersebut  David Hildeman, PhD.

Penuaan dikaitkan dengan apa yang dikatakan penulis sebagai "disfungsi kekebalan yang mendalam," salah satu akibatnya adalah penurunan respons vaksin. Penuaan juga ditandai dengan aktivasi kekebalan tingkat rendah yang terus-menerus - yang disebut peradangan-yang ditandai dengan tingginya produksi sel interleukin-6 (IL-6) yang menyebabkan peradangan. 

Uniknya, produksi sel IL-6 ini memiu produksi se IL-10 untuk melawan peradangan. Namun proses yang terus menerus ini membuat semakin tua usia seseorang maka akan semakin banyak memproduksi sel IL-10. Banyaknya sel IL-10 inilah yang pada gilirannya justru akan menurunkan respons lansia terhadap vaksin. 

Karenanya, untuk menigkatkan respons lansia pada vaksin para peneliti sedang mengujicoba untuk melakukan penghambatan terhadap produksi sel IL10 ini pada mamalia besar sebelum menuju ke uji klinis. "Kami saat ini sedang dalam proses pengujian apakah blokade IL-10 akan memulihkan respons vaksin pada mamalia yang lebih besar. Jika itu terbukti efektif, itu akan membuka pintu ke uji klinis," jelas Hildeman.

Visinya adalah--jika penelitian di masa depan berhasil - maka suatu hari para lansia mungkin akan menerima suntikan yang untuk sementara akan mencegah IL-10 yang mengganggu respons tubuh terhadap vaksin, tetapi tidak secara permanen mengurangi tingkat IL-10, dan setelahnya baru dilakukan vaksinasi pada lansia agar efektf. "Jika kita bisa mencapai itu, itu dampak potensial pada kehidupan dapat dirasakan di seluruh dunia," kata Hildeman. (mag)

foto: ilustrasi vaksinasi (pixnio)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,vaksin lansia,covid 19,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026