
Oleh: Bandari Alamanda, Caregiver asal Indonesia yang tinggal di Andalusía, Spanyol Selatan
United Nations memprediksi, Spanyol akan menjadi negara dengan populasi lansia terbanyak di dunia pada tahun 2030, yaitu mencapai 40% dari jumlah populasi. Data tahun 2020 menunjukkan, penduduk Spanyol memiliki harapan hidup rata-rata hingga usia 84 tahun. Terdapat 17% lansia (penduduk berusia di atas 65 tahun) dari keseluruhan populasi. Sementara, angka kelahiran menurun drastis.
Kondisi ini membawa konsekuensi, pada semakin membesarnya biaya pensiun dan perawatan lansia di negeri matador tersebut. Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menempatkan Spanyol dalam posisi negara Eropa yang paling tidak siap menangani ledakan populasi manula. Sedangkan jumlah populasi usia produktif di Spanyol (sebagai sumber dana perawatan lansia dan pensiun) adalah yang terendah di Eropa.
Menanggulangi masalah ini, pada Januari 2020 pemerintah Spanyol mengubah usia pensiun menjadi 65 tahun 10 bulan (dua bulan lebih lama dari sebelumnya). Usia pensiun ini akan ditingkatkan lagi menjadi 67 tahun di tahun 2027.
Jumlah pembayaran dana pensiun itu sendiri, saat ini adalah yang tertinggi di Eropa. Yaitu dengan rata-rata adalah 81% dari jumlah gaji terakhir.
Sebagai informasi, dana pensiun ini dapat diambil jika berkontribusi selama minimal 15 tahun.
Untuk mendapatkan dana pensiun secara penuh, diperlukan jangka waktu kontribusi selama 35 tahun (angka akan bertambah menjadi 38 tahun di tahun 2027).
Dana pensiun Spanyol dihitung dari gaji pokok, dengan kontribusi pekerja 4,7% dan pemberi kerja 23,6%.
Pembayaran dana pensiun adalah 14 kali setahun, dengan minimal jumlah per bayar €642.9 (bagi yang memiliki pasangan bekerja) dan €835.8 (bagi mereka yang pasangannya tidak bekerja). Angka ini bisa mencapai maksimal €2617.53 per pembayaran.
Bagi mereka yang ingin pensiun lebih awal, benefit bisa didapatkan dengan minimal usia 63 tahun dan telah berkontribusi selama 35 tahun.
Jika pensiun dini dilakukan bukan atas kemauan sendiri, maka minimal mencapai usia 61 tahun dan telah berkontribusi selama 33 tahun.
Negara juga memberikan layanan untuk siapapun yang sudah tinggal di Spanyol selama minimal 5 tahun dan punya keterbatasan gerak karena usia/penyakit.
Layanan seperti apa yang diberikan, tergantung pada kondisi setiap orang. Pemerintah Spanyol menyediakan berbagai layanan berikut:
Namun, panti jompo di Spanyol sering kekurangan tempat tidur. Hanya tersedia 2,5 tempat tidur untuk setiap tiap 100 lansia, bahkan di Andalusia hanya tersedia 1,2 tempat tidur untuk tiap 100 lansia. Ini jauh di bawah rekomendasi Organisation for Economic Cooperation and Development yang mensyaratkan tersedianya 5 tempat tidur untuk setiap 100 populasi lansia.
Akibatnya, lansia yang tidak punya pensiun dan tabungan untuk masuk panti jompo privat, mereka masuk ke daftar tunggu yang panjang untuk mendapat layanan panti jompo yang disediakan pemerintah.
Untungnya, tradisi lokal memungkinkan orang tua menetap di rumah mereka. Hanya 15% lansia yang hidup sendiri.
Namun, angka ini makin bertambah karena semakin banyaknya wanita bekerja.
Untungnya, pemerintah Spanyol memberikan insentif bagi keluarga yang mau merawat lansia mereka.
Menurut undang-undang setempat, yaitu Law 39/2006 of December 14, keluarga yang merawat lansia di rumah berhak mendapatkan bantuan sebesar €400 hingga €530 per bulan.
Insentif ini diberikan, karena memperhatikan kesejahteraan lansia.
Selain lansia merasa nyaman tinggal dengan keluarga, layanan ini mengurangi biaya negara untuk memberikan bantuan penuh di panti jompo/ membayar pekerja untuk layanan datang ke rumah. (mag)
Ilustrasi lansia Spanyol.(flickr)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri