Lansia Bahagia Itu Penting, Tapi Bagaimana Cara Mewujudkannya?


Berita Lansia - Kebanyakan lansia tidak tahu bagaimana caranya menjadi bahagia

2020-08-06 17:32:24

Geriatri.id - Menjadi seseorang yang merasa bahagia dlam hidupnya, memang penting bagi orang tua. Namun kebanyakan, mereka juga tdak tahu bagaimana caranya menjadi bahagia. Khusus di Indonesia, berdasarkan index world happiness index tahun 2019, dai 126 negara, Indonesia berada di rangking 84. Dalam skala 0-10, indeks kebahagiaan orang Indonesia ada di skor 5,29 alias tidak terlalu bahagia tetapi juga tidak terlalu tidak bahagia.

Psikolog Asteria Devy Kumalasari mengatakan, meski tak ada index yang mengukur tingkat kebahagiaan orang tua, namun Indonesia belum termasuk dalam negara-negara berkembang yang menerapkan kebijakan yang bisa berpengaruh pada tingkat kebahagiaan orang tua seperti, kebijakan cuti hamil tetap dibayar, memberikan subsidi untuk kelahiran anak dan sebagainya.

Tetapi, kata dia, hal-hal tersebut tidak begitu mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang. Aster menjelaskan, pemenuhan kualitas hidup hanya salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kebahagiaan. Kunci penting untuk bahagia, adalah mengetahui, cara untuk bahagia.

Bagaimana cara untuk bahagia? Metode berikut bisa dicoba:

1. Contentment (Merasa Puas) 

Merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki dan apa yang ada di sekitar kita. Untuk melatih rasa puas atas apa yang kita miliki dan apa yang ada di sekitar kita, kita bisa melakukan dua hal berikut:

- Bersyukur: Kita bisa bersyukur dalam doa-doa kita, dengan cara menulis jurnal, kita syukuri apa yang terjadi pada diri kita, misalnya karena udara cerah, anak-anak bisa mandiri, tidak sakit dan sebagainya.

- Memberi: Memberi menumbuhkan kebahagiaan meski kita tidak punya banyak hal. 

2. Acceptance (Menerima)

Untuk menjadi bahagia, kita harus belajar menerima situasi yang terjadi baik itu positif maupun negatif. Orang bahagia tidak selalu hanya memiliki emosi positif, tetapi juga emosi negatif namun mampu mensyukuri dan menerimanya. Untuk itu, kita bisa melakukan hal berikut:

- memaafkan: terutama memaafkan diri sendiri dan untuk diri kita sendiri. 
- meditasi 
- membina relasi sosial
- olahraga dan melakukan hobby - saling memijat, berpelukan dengan keluarga, suami, anak.
- spend time bersama keluarga
- membeli pengalaman lebih membahagiakan ketimbang beli barang. Misalnya daripada membeli sesuatu barang untuk membahagiakan keluarga lebih baik bepergian, bertualang bersama keluarga. (mag)

foto: ilustrasi lansia bahagia (Pikist)
 

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,lansia bahagia,kesehatan mental lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026