Peran Vitamin Dalam Membangun Daya Tahan Tubuh (2)


Berita Lansia - Vitamin merupakan nutrisi mikro yang bersama nutrisi makro memiliki peran

2020-07-24 15:15:17

Geriatri.id - Vitamin merupakan nutrisi mikro yang bersama nutrisi makro memiliki peran dalam membangun daya tahan tubuh terhadap penyakit. Karenanya, bagi lansia khususnya, asupan vitamin menjadi sangat penting.

Pada tulisan terdahulu telah dipaparkan manfaat dan peran dari beberapa vitamin bagi tubuh. Di bawah ini adalah peran penting vitamin-vitamin lainnya bagi tubuh. 

Vitamin C

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat penting dalam membangun daya tahan tubuh. Vitamin C sangat penting dalam menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.

Kebutuhan vitamin C harian adalah sebesar 200 mg/hari dalam kondisi sehat, dan 1-2 gram/hari, dalam kondisi sakit. Bagi yang berusia 50 tahun ke atas, kebutuhannya adalah sebanyak 90 mg bagi laki-laki dan 75 mg bagi perempuan. 

Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jmbu batu, kiwi, jeruk, sayuran seperti brokoli, kale, dan tomat. Vitamin C berperan dalam: 

- sebagai antioksidan
- sintesis kolagen menjaga integritas epitel (jaringan yang melapisi tubuh, organ tubuh, pembuluh darah dan limpa)
- berperan pada imunitas bawaan dan adaptif.

Vitamin D

Vitamin D juga merupakan vitamin yang penting untuk dijaga asupannya, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Vitamin D berperan menurunkan risiko infeksi saluran napas.

Kebutuhan harian vitamin D mencapai 50 mcg/hari tau 2000 iu/hari. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi, untuk mereka yang berusia 50 ke atas baik laki-laki maupun perempuan sebesar 15-20 mcg/hari.

Vitamin D bisa didapat dari makanan seperti telur, keju, makanan yang difortifikasi dengan vitamin, jamur shitake, ikan salmon, dan berjemur di bawah sinar matahari terutama di pagi hari untuk mengaktifkan provitamin D di bawah jaringan kulit. Vitamin D berperan dalam:

- Meningkatkan integritas epitel
- Meningduksi sintesis peptide antimikroba
- Pematangan sel-sel imun

Vitamin E 

Vitamin E terutama berperan dalam/sebagai:

- Antikosidan
- Diferensiasi dan pertumbuhan jaringan epitel
- Berperan pada sistem imun adaptif.

Angka Kecukupan Gizi untuk Vitamin E bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas adalah 15 mg baik laki-laki maupun perempuan. Vitamin E bisa diperoleh dari makanan seperti alpukat, brokoli, almon, minyak zaitun, kiwi, dan udang. (mag) 
 
Sumber: dr. Cipuk Muhaswitri, M. Gizi, Sp.GK, di acara 'Kelas Lansia Online' bertajuk: 'Nutrisi Penting untuk Meningkatkan Imunitas Lansia di Masa Pandemi', yang diselenggarakan Geriatri.id bersama Pergemi, Jumat (17/7).

Ilustrasi - Makanan sumber vitamin.(Pixnio)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,vitamin,covid 19, daya tahan tubuh,dr cipuk,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026