
Geriatri. id - Psikolog Klinis Dr. Rena Latifa, M. Psi mengatakan, agar lansia tetap produktif dan mandiri, ada tiga aktivitas utama yang bisa dilakukan yaitu aktivitas fisik, aktivitas sosial dan aktivitas religius. Ketiga aktivitas ini pada dasarnya saling berkaitan antara satu dengan lainnya.
"Ketika melakukan aktivitas sosial tentu melibatkan aktivtas fisik, demikian pula jika melakukan aktivitas religius, ada maksa sosial dan aktivitas fisiknya juga," ujar Rena, dalam acara kelas lansia online bertajuk: 'Tetap Produktif dan Mandiri di Usia Lanjut', yang diselenggarakan Geriatri.id bekerjasama dengan PB Pergemi, Jumat (3/7). (Lihat tayangannya di laman Geriatri.id)
Untuk aktivitas fisik, menurut Rena, ada beberapa contoh aktivitas fisik yang bisa dilakukan lansia. Berikut adalah di antaranya:
1. Memasak
Memasak adalah aktivitas fisik yang baik bagi lansia, karena memasak selain menggunakan gerakan badan juga menstimulasi indera tubuh yang lain seperti penciuman, juga penglihatan, seperti melihat hijaunya sayuran sehingga bisa merefresh otak.
2. Menjahit dan Membuat Kerajinan Tangan
Menjahit juga merupakan aktvitas fisik yang merangsang otak karena membutuhkan kreativitas.
Bagi lansia yang belum pernah menjahit atau tidak punya keterampilan menjahit sebelumnya, bisa mempelajarinya dari internet seperti melalui situs Youtube dan lainnya.
3. Olahraga seperti Jalan Pagi, Bersepeda, Berenang, Senam dan Lainnya
Aktivitas fisik berupa olahraga sangat baik bagi lansia jika disesuaikan dengan kondisi fisik.
Jika memungkinkan untuk melakukan olahraga agak berat seperti badminton, maka itu bisa dilakukan. Jika tidak, maka olahraga seperti jalan pagi, bersepeda, senam taichi juga baik dilakukan.
4. Aktivitas Fisik Harian
Misalnya menggendong cucu, mencuci baju dan lainnya bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan melepaskan stres
Manfaat Aktivitas Fisik Bagi Lansia
1. Mengatur berat badan agar stabil. Dengan banyak bergerak maka ada kalori yang terbakar agar berat badan tetap stabil.
2. Peningkatan kesejahteraan mental dan emosional.
Dengan bergerak, ada ruang untuk menyalurkan berbagai emosi yang jika kita diam saja, maka hanya akan dipendam di hati dan bisa menjadi masalah di lain hari.
3. Mengurangi risiko sakit jantung atau yang terkait dengan gangguan jantung.
4. Menguatkan tulang dan otot
5. Menjaga keseimbangan. Dengan banyak bergerak, maka keseimbangan tubuh menjadi lebih terjaga karena lansia banyak juga yang mengalami penurunan keseimbangan tubuh.*** (mag)
Ingin berkonsultasi dengan Dr. Rena Latifa, M. Psi.? Opa-Oma bisa menghubungi Pusat Layanan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di nomor: 0812 8817 8208.
Ilustrasi lansia beraktivitas. (flickr)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri