
Oleh : dr Yudo Murti Mupangati Sp.PD-KGer, FINASIM
Demensia adalah kondisi menurunnya daya ingat yang makin lama makin memburuk yang meliputi daya ingat yang baru saja terjadi dan kemunduran kemahiran berbahasa. Selain itu, terjadi pula kemunduran intelektual, perubahan perilaku dan fungsi otak lainnya sehingga menganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab demensia adalah kekusutan dari persyarafan otak. Adapun tanda-tanda atau gejalanya adalah:
a. Lupa akan kejadian yang baru dialami
b. Salah mengenal waktu, tempat, angka dan benda
c. Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
d. Sering mengulang kata atau pertanyaan
e. Emosi yang labil (mudah marah)
f. Kesultan melakukan aktivitas sehari-hari
Lalu, apa saja faktor risikonya? Untuk demensia vaskular (demensia yang disebabkan karena gangguan pembuluh darah faktor risiko adalah tekanan darah , kencing manis, dan kolesterol yang tinggi.
Berikut ini cara pencegahan demensia:
a. Melakukan kegiatan yang merangsang fungsi otak
b. Mengembangkan hobi dan kegiatan yang bermanfaat
c. Beraktivitas fisik yang teratur secara mandiri sesuai dengan kemampuan
d. Tetap melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan
e. Konsumsi maknan yang bergizi dan seimbang, di antaranya sayur, buah , dan ikan)
Bagaimana cara pengobatan demensia? Penanganan demensia dengan non farmakologi dengan latihan untuk melatih memori misalnya dengan mengisi TTS (Teka-teka silang) atau menghafal syair lagu.
Untuk obat bisa dengan berkonsultasi dengan ahli geriatri untuk dievaluasi terlebih dahulu memorinya, supaya dapat diberikan pengobatan yang tepat.***(hil)
foto: freepik.com
|
|
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri