Olahraga Bagi Lansia, Yuk Perhatikan Kebutuhan Tubuh


Berita Lansia - Hanya saja olahraga bagi lansia harus dilakukan sesuai kebutuhan

2020-05-28 17:35:29

Geriatri.id - Olahraga penting bagi lansia, bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental dan pikiran.

"Hanya saja olahraga bagi lansia harus dilakukan sesuai kebutuhan, ruangan dan juga peralatan yang ada," kata Psikolog yang juga mantan perwira tinggi TNI Brigjen TNI (Purn.) Irwan Amrun, M.Psi kepada Geriatri.id.

Irwan sendiri memiliki pengalaman melakukan berbagai pelatihan fisik kepada para perwira militer.

Menurut dia, dalam melakukan olahraga, lansia harus memperhatikan kebutuhan bagian fisik mana yang harus diperkuat atau diberi pelatihan khusus.

"Misalnya ada lansia yang memiliki permasalahan di lutut, apalagi dia memiliki berat badan yang lebih, maka dia harus memperhatikan agar gerakan olahraga bisa melatih kekuatan lutut, tetapi juga tidak membebani lutut agar relatif permasalahan di lutut semakin baik," jelasnya.

Demikian juga dengan lansia yang memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi dan rutin mengkonsumsi obat-obatan.

"Maka olahraga yang dilakukan yang terkai dengan fungsi jantung, misalnya pijatan di sekitar jantung, dan gerakan lain yang menyehatkan jantung," ujar Irwan.

Irwan sendiri memiliki pengalaman dengan tetangganya, seorang lansia berusia 67 tahun yang tetap sehat dan tidak memakai kacamata.

Ternyata lansia ini untuk melatih kesehatan mata, rutin melakukan senam mata.

"Gerakannya menolehkan bola mata ke kanan ke kiri, atas bawah, melihat jauh, melihat dekat. Ada juga gerakan silang ada gerakan mata, mulai kiri atas, ke bawah, naik ke kanan atas, ke bawah. Semua dilakukan dengan rileks, dengan nafas yang baik, nafas dari hidung," ujarnya.


Dari pengalaman tersebut diketahui, lansia tersebut rutin melakukan senam mata di pagi hari saat baru bangun tidur.

Selain mata, lansia tersebut juga rutin melatih organ lainnya seperi lidah, telinga dengan melakukan pijatan ringan di telinga, dan sebagainya.

Di luar gerakan fisik, Irwan juga merekomendasikan lansia melakukan self talk, atau berbicara dengan diri sendiri.

"Berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa telah memberikan jantung kepada saya, jadi dengan niat, rasa syukur. Dan kita percaya kalau kita bersyukur Yang Maha Kuasa memberikan lebih. Kita bersyukur diberikan jantung, diberikan lutut sampai sekarang diberikan kepada kita," ujarnya.

Jika mengalami stres, lansia juga bisa melakukan gerakan khusus untuk mengatasi stres. Irwan menjelaskan, gerakan stres adalah gerakan konstan dari bawah ke atas atau yang sifatnya paralel.

"Gerakan itu menyebabkan stres. Sehingga rumuskanlah gerakan yang sifatnya silang, tangan kiri, tangan kanan, kaki kiri, kaki kanan. Lihat kiri lihat kanan, untuk menghilangkan stres," tegasnya. (mag)

foto: lansia olahraga (piqsels)
 

lansia,merawat lansia,lansia sehat,geriatri,olahraga lansia,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026