
Geriatri.id - Banyak kondisi yang dialami para lansia yang bisa mengakibatkan status nutrisi pada lansia menurun. Dan sangat penting untuk menjaga lansia agar lansia tidak mengalami malnutrisi.
"Malnutrisi pada lansia bisa menyebabkan berbagai gangguan seperti gangguan kekebalan tubuh," kata dr. Dina Aprilia Ariestine M. Ked (PD), Sp. PD K. Ger, dalam acara 'Obrolan Lansia Online' yang dilaksanakan oleh Geriatri.id dan didukung oleh Pergemi, Rabu (20/5).
Lantas kapan lansia harus pergi ke dokter untuk melakukan skrining nutrisi? dr. Dina menjelaskan, secara umum pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) bisa dijadikan tolok ukur apakah lansia mengalami masalah dengan nutrisi atau tidak. Jika IMT lansia berada di bawah angka 18,5 maka bisa dikatakan lansia mengalami masalah kekuarangan nutrisi.
Jika angka IMT ada di angka antara 18,5-23 maka bisa dikatakan normal. Jika berada di angka di atas 23-24,9 maka bisa dikatakan lansia mengalami kelebihan berat badan.
Jika angkanya berada diangka sama dengan atau di atas 25 maka bisa dikatakan lansia mengalami obesitas.
Dari pengukuran IMT ini, dapat diketahui masalah gizi yang umumnya dialami lansia. Pertama adalah gizi lebih (overweight).
Kondisi ini pada lansia umumnya disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang salah pada waktu muda.
Gizi lebih merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes mellitus dan hipertensi.
Kedua, gizi kurang. Gizi kurang seringkali disebabkan oleh masalah-masalah sosial ekonomi serta gangguan penyakit yang diderita.
Apabila asupan zat gizi terutama energi dan protein kurang dari kebutuhan makan dapat menyebabkan berat badan kurang dari normal, terjadinya kerusakan sel-sel tubuh dan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terkena infeksi.
Ketiga, kekurangan vitamin dan mineral. Jika konsumsi makanan sumber vitamin dan mineral khususnya buah dan sayuran kurang maka akibatnya nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering, lesu dan tidak bersemangat.
Pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dapat mencegah timbulnya masalah-masalah gizi serta membantu dalam proses adaptasi atau penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan yang dialami lansia.
Nah, kembali ke pertanyaan awal, soal kapan lansia harus melakukan skrining nutrisi, dr. Dina memberikan kriteria berikut:
1. Jika Indeks Massa Tubuh Lansia berada di angka kurang dari 20,5
2. Ada penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir, sekitar 5-10% dari berat badan
3. Ada penurunan selera makan dan asupan makan dalam 3 bulan terakhir
4. Ada gejala pencernaan, seperti mual dan muntah
5. Lansia dengan penyakit berat.
Jika terjadi lima kondisi di atas, maka para lansia sebaiknya segera melakukan skiring nutrisi ke dokter.
Karena itu, perlu perhatian lebih dari keluarga, maupun perawat lansia untuk selalu memperhatikan kondisi nutrisi lansia.***(mag)
Ilustrasi perawatan lansia. (flickr)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri