Opa-Oma, Yuk Latih Kekuatan dan Ketahanan Otot


Berita Lansia - Lansia memperoleh manfaat yang luar biasa dari latihan untuk membangun kekuatan dan ketahanan otot atau resistance training

2020-05-19 11:26:03

Geriatri.id - Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat terpaksa harus tinggal di rumah dalam jangka waktu yang lama demi menghindari penyebaran penyakit, termasuk para lansia.

Dalam kondisi ini, khususnya bagi lansia, tentu bukanlah waktu yang hanya bisa dimanfaatkan untuk bersantai. Olahraga harus tetap dilakukan, termasuk olahraga untuk memperkuat kekuatan dan ketahanan otot.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research yang didukung oleh National Strength and Conditioning Association, baru-baru ini mengungkapkan, lansia memperoleh manfaat yang luar biasa dari latihan untuk membangun kekuatan dan ketahanan otot atau resistance training.

Resistance training adalah suatu aktivitas fisik yang menimbulkan kontraksi otot melawan suatu hambatan eksternal. Tujuannya meningkatkan kekuatan, kekencangan, volume/massa dan daya tahan otot 

Penulis utama penelitian itu, Dr. Maren Fragala mengatakan penuaan dikaitkan dengan perubahan biologis yang dapat mengakibatkan penurunan massa otot, kekuatan dan fungsi tulang.

"Bahkan jika seseorang tidak memiliki penyakit kronis, perubahan ini dapat terjadi, dan tidak dapat disangkal bahwa penuaan secara bertahap merusak tubuh.

Penurunan dan kehilangan tersebut menurunkan ketahanan fisiologis dan meningkatkan kerentanan terhadap peristiwa bencana," kata Fragala

Untuk bisa menjaga kondisi tubuh tetap baik di usia tua, penelitian ini merekomendasikan agar lansia tetap menjalankan latihan yang berfokus pada membangun daya tahan otot dengan resistence training.

Misalnya, melakukan squat (duduk-berdiri berulang-ulang dari kursi), wall push up (push up dengan posisi berdiri dan tangan menumpu pada diding), toe stand (berdiri menumpu pada ibu jari kaki) dan finger marching (peregangan untuk melatih kekuatan jari).  


Penelitian terbaru menunjukkan, resistance training dapat menjadi model perawatan yang baik yang dapat membantu lansia untuk mencegah kehilangan massa otot dan kehilangan kekuatan.

Laporan tersebut menggambarkan manfaat potensial dari resistance training, seperti meningkatkan fungsi fisik dan mobilitas. Jenis pelatihan ini juga dapat membantu memberikan kepercayaan diri bagi lansia untuk merasa mandiri.

Pusat Kesehatan di Amerika Serikat juga telah mengeluarkan buku panduan strength training untuk warga lanjut usia.

Panduan tersebut menganjurkan dilakukannya dilakukan pemanasan, latihan inti kemudian ditutup dengan pendinginan.

Pemanasan selama 5-10 menit dengan berjalan biasa. Tujuan dilakukannya pemanasan adalah supaya mencegah cedera.

Pada saat pemanasan, darah akan menuju ke otot serta mempersiapkan tubuh untuk berolahraga. Selain berjalan dapat juga menggunakan sepeda statis, dan lainnya.

Namun, olahraga fisik ini tidak dianjurkan bagi lansia dengan frailty, sarkopenia (kondisi degenerasi otot), dan penyakit kronis lainnya seperti diabetes, hernia, tekanan darah tinggi dan lainnya.***(mag)

foto: ilustrasi lansia berjalan kaki (piqsels)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,resistance training,lansia bahagia,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026