
Geriatri.id - Sebuah riset yang dilakukan oleh ASCO Virtual Scientific Program 2020 mengungkapkan, perawatan geriatri terpadu terhadap lansia pengidap kanker, dapat meningkatkan kualitas hidup mereka selama menjalani terapi anti-kanker.
Penulis utama riset tersebut, Wee-Kheng Soo, MBBS, FRACP, seorang ahli onkologi geriatrik dan medis di Eastern Health di Melbourne, Australia, mengatakan, selama ini, pasien usia lanjut dengan kanker hanya dirujuk ke ahli geriatrik pada tahap akhir dari penyakit mereka ketika mereka mengalami masalah yang signifikan.
"Namun, pendekatan terpadu yang melibatkan pemeriksaan geriatri komprehensif dan keterlibatan geriatri sejak fase awal (perawatan onkogeriatri terintegrasi) dapat membantu membuat rencana terkoordinasi untuk mengoptimalkan perawatan lansia dengan kanker," kata Soo, dalam siaran pers yang dikeluarkan ASCO.
Proses itu juga menjadi lebih efektif ketika manajemen perawatan dipimpin oleh seorang ahli geriatri.
"Penilaian geriatrik komprehensif hanyalah penilaian kesehatan komprehensif yang berfokus pada kerentanan yang biasa terlihat pada orang tua, termasuk kegiatan fungsional, masalah medis, farmakologi, nutrisi, masalah memori, depresi, dan isolasi sosial.
Dengan mengenali masalah ini sejak awal, kami menerapkan intervensi," tambah Soo.
Dalam penelitian itu, para peneliti memeriksa 154 pasien berusia 70 tahun atau lebih dengan kanker yang menjalani perawatan yang telah direncanakan seperti kemoterapi, terapi bertarget atau imunoterapi.
Para pasien menerima pemeriksaan dan menjalani perawatan manajemen geriatri komprehensif yang dipimpin oleh seorang ahli geriatri dengan evaluasi sistematis terperinci yang mengidentifikasi keterbatasan medis, psikososial dan fungsional, yang diintegrasikan dengan perawatan biasa (76 pasien) atau perawatan biasa saja (78 pasien).
Hasil utama yang diukur adalah kualitas hidup terkait kesehatan, yang terdiri dari fungsi fisik, peran dan sosial, mobilitas, beban penyakit dan kekhawatiran masa depan.
Para peneliti juga mengevaluasi fungsi pasien, suasana hati, nutrisi, utilitas kesehatan, pemberian perawatan, pemanfaatan layanan kesehatan dan kelangsungan hidup.
Penilaian dilakukan melalui kuesioner yang dilaporkan sendiri dan penilaian komprehensif oleh ahli geriatrik.
Dari penelitian itu didapat hasil sejumlah 13 pasien meninggal pada minggu ke-12 dan ke-130 dan 92,2% dari pasien yang tersisa menyelesaikan setidaknya dua penilaian hasil primer.
Para peneliti menemukan bahwa intervensi terintegrasi menyebabkan peningkatan skor Indeks Fungsi Tua (ELFI), dibandingkan dengan mereka yang menerima perawatan biasa di semua titik tindak lanjut.
Kelompok intervensi juga mengalami peningkatan dalam fungsi, mobilitas, beban penyakit dan kekhawatiran di masa depan, yang bertahan hingga akhir penelitian.
Selain itu, pasien dengan perawatan geriatri terpadu lebih rata-rata 1,3 kali lebih sedikit dalam kunjungan ruang gawat darurat (39%) dan 1,2 lebih sedikit menjalani rawat inap yang tidak direncanakan per orang per tahun (43%), serta pengurangan penghentian pengobatan dini atau 32,9% berbanding 53,2% di antara mereka yang menerima intervensi versus mereka yang tidak.
Soo mengaitkan penurunan tersebut dengan pengurangan toksisitas terkait pengobatan dan menunjukkan bahwa ini berpotensi menghemat biaya.
Terakhir, jumlah pasien rawat inap geriatri semalam dengan kanker telah menurun tujuh hari per orang per tahun (24%).
"Kami menemukan bahwa perawatan oncogeriatric pada orang tua dengan kanker yang akan menerima terapi anti-kanker menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hasil kesehatan--di tingkat pasien, kualitas hidup, serta hasil tingkat sistem, seperti pemanfaatan rumah sakit dan pemberian perawatan," jelas Soo.
"Temuan ini menunjukkan bahwa mereka yang berusia 70 atau lebih tua dengan kanker harus menerima pemeriksaan klinis geriatri untuk mengoptimalkan hasil perawatan dan kesehatan mereka," tegasnya.
Presiden ASCO Howard A. Burris III mengatakan, jumlah orang di seluruh dunia di atas usia 65 diperkirakan akan terus bertambah.
Hal ini menjadikan kebutuhan akan penelitian yang lebih ketat untuk membantu mengoptimalkan kualitas perawatan yang bisa diberikan kepada pasien lansia sebagai prioritas mendesak.
"Studi ini menunjukkan bahwa penilaian geriatrik mengarah pada peningkatan yang jelas dalam kualitas hidup dan perencanaan perawatan yang lebih baik untuk pasien yang lansia dengan kanker," ujarnya.*** (mag)
foto: Perawatan lansia (piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri