
Geriatri - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat pada usia lanjut (lansia), kebiasaan merokok masih menjadi tantangan bagi sebagian lansia di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan bahwa 21,09 persen lansia masih merokok setiap hari, sementara 2,21 persen lainnya masih merokok meskipun tidak setiap hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena merokok dapat memperburuk berbagai masalah kesehatan. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan secara alami. Ketika kebiasaan merokok tetap dipertahankan, risiko kerusakan organ menjadi semakin besar.
Beberapa dampak merokok yang perlu diwaspadai oleh lansia antara lain:
1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat penyumbatan arteri. Akibatnya, risiko penyakit jantung koroner dan stroke menjadi lebih tinggi.
2. Menurunkan Fungsi Paru-Paru
Lansia perokok lebih rentan mengalami gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, dan sesak napas. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan mengurangi kemandirian.
3. Mempercepat Penurunan Massa Otot
Pada usia lanjut, tubuh secara alami mengalami kehilangan massa otot atau sarkopenia. Kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi ini sehingga lansia menjadi lebih mudah lelah, lemah, dan berisiko mengalami jatuh.
4. Meningkatkan Risiko Gangguan Kognitif
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa merokok berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif, demensia, serta berkurangnya kemampuan berpikir dan mengingat pada usia lanjut.
5. Menurunkan Kualitas Hidup
Lansia yang merokok cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dan lebih rentan mengalami komplikasi penyakit. Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan kualitas hidup menurun.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri