1 dari 5 Lansia Indonesia Masih Merokok Setiap Hari, Ini Bahayanya!


Kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi ini sehingga lansia menjadi lebih mudah lelah, lemah, dan berisiko mengalami jatuh.

2026-06-15T08:03

Geriatri - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup sehat pada usia lanjut (lansia), kebiasaan merokok masih menjadi tantangan bagi sebagian lansia di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan bahwa 21,09 persen lansia masih merokok setiap hari, sementara 2,21 persen lainnya masih merokok meskipun tidak setiap hari.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena merokok dapat memperburuk berbagai masalah kesehatan. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan secara alami. Ketika kebiasaan merokok tetap dipertahankan, risiko kerusakan organ menjadi semakin besar.

Beberapa dampak merokok yang perlu diwaspadai oleh lansia antara lain:

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat penyumbatan arteri. Akibatnya, risiko penyakit jantung koroner dan stroke menjadi lebih tinggi.

2. Menurunkan Fungsi Paru-Paru

Lansia perokok lebih rentan mengalami gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, dan sesak napas. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan mengurangi kemandirian.

3. Mempercepat Penurunan Massa Otot

Pada usia lanjut, tubuh secara alami mengalami kehilangan massa otot atau sarkopenia. Kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi ini sehingga lansia menjadi lebih mudah lelah, lemah, dan berisiko mengalami jatuh.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Kognitif

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa merokok berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif, demensia, serta berkurangnya kemampuan berpikir dan mengingat pada usia lanjut. 

5. Menurunkan Kualitas Hidup

Lansia yang merokok cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dan lebih rentan mengalami komplikasi penyakit. Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan kualitas hidup menurun.

merokok,lansia merokok,lansia sehat,penyakit jantung

ARTIKEL LAINNYA

Yoga Adalah Pilihan Olahraga Cerdas yang Bagi Lansia

Ini Manfaat bagi Si Pendonor

Lansia Jadi Pendonor Darah? Bisa Kok, Asalkan Sehat

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026