Ekonom Oxford Usul Lansia di Eropa Dikenakan Pajak Covid-19


Berita Lansia - Para lansia dikenakan pajak untuk perawatan yang mereka terima

2020-05-15 21:19:46

Geiatri.id - Seorang ekonomi dari Oxford University Profesor Jan-Emanuel De Neve punya usul nyeleneh terkait lansia di masa Covid-19. Dia mengusulkan agar para lansia dikenakan pajak untuk perawatan yang mereka terima selama pandemi Covid-19.

Dalam logika De Neve, lansia yang dinyatakan sebagai kelompok yang rentan, mendapatkan manfaat yang lebih saat pandemi Covid karena adanya beragam perhatian dari pemerintah maupun lembaga lain selama masa pembatasan fisik dan sosial.

Di sisi lain, kata dia, anak-anak muda mendapatkan manfaat paling sedikit ketika ada kebijakan pembatasan tersebut, dengan alasan mereka tidak rentan terhadap virus. "Generasi yang lebih tua harus menyadari bahwa orang-orang muda mengorbankan diri mereka sendiri, baik secara ekonomi maupun kesehatan mental," kata De Neve, kepada saluran berita Belgia, VRT, Kamis (14/5).

De Neve mengatakan, pajak bagi lansia ini dikenakan sekali saja. Hanya saja profesor berusia 41 tahun ini tidak menyebutkan batas usia lansia yang bisa dikenakan pajak tersebut, atau apa yang akan dilakukan dalam kasus orang tua yang tidak mampu membayar retribusi semacam itu.. 

De Neve mengatakan, masalah ekonomi dan kesehatan mental yang dia soroti adalah nyata. Di Belgia misalnya, rasio utang terhadap PDB diperkirakan akan melewati 100% tahun ini. Hal serupa juga diperkirakan akan terjadi di Siprus, Prancis, Portugal, dan Spanyol.

Pengangguran Eropa diproyeksikan akan berlipat ganda dalam beberapa bulan mendatang. Menurut sebuah perkiraan sementara dari departemen kesehatan mental Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kenaikan penyakit mental sebagai akibat dari langkah-langkah pandemi dan pembatasan fisik dan sosial akan terjadi.

Usul De Neve ini mendapat tentangan dari banyak pihak. Salah satu alasannya, pemerintah kemungkinan akan menghadapi 'regu tembak politik' jika mereka mencoba mengenakan pajak pada orang tua, seperti yang disarankan De Neve. 

Padahal di saat pandemi ini, dari sudut pandang kesehatan, lansia secara tidak proporsional juga telah menanggung beban penyakit mematikan itu. Pada bulan lalu, panti jompo menyumbang hampir setengah dari semua kematian terkait virus corona di Belgia. Angka serupa telah dilaporkan di Italia, Spanyol, Prancis, dan Irlandia.

Ekonom Belgia yang mengepalai 'Pusat Penelitian Kesejahteraan' di Oxfor University itu dituduh secara online "mengkambinghitamkan" para lansia.

Seorang komentator menyatakan, De Neve sangat aneh jika mengusulkan proposal semacam itu "di negara di mana pajaknya paling tinggi dan pemberian uang pensiun yang terendah". (mag)

foto: ilustrasi pajak 

lansia,merawat lansia,geriatri,lansia sehat,pajak lansia,covid 19,lansia bahagia,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026