
Geriatri.id - Canadian Integrative Medicine Association (CIMA) mendesak para profesional kesehatan untuk memperhatikan kondisi kekurangan nutrisi pada lansia yang merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. Kelompok dokter beranggotakan 170 orang merekomendasikan penggunaan Vitamin C, Vitamin D3 dan seng, yang memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Para dokter di CIMA meyakini, kasus kematian lansia akibat Covid-19 banyak dipicu status gizi yang buruk yang dialami lansia. Kekurangan nutrisi ini yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh lansia melemah.
Karena itu, pemberian suplemen nutrisi dinilai sangat penting. CIMA mengutip beberapa studi yang membuktikan bahwa suplemen bekerja dan memperingatkan bahaya mengabaikan pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan lansia.
"Dokter harus merekomendasikan dosis Vitamin C, D3, dan seng yang cukup untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Suplemen ini telah terbukti berfungsi sebagai obat anti-virus dan anti-inflamasi," kata Dr. Stephen Malthouse, seorang dokter keluarga dan presiden CIMA, seperti dikutip Thesuburban.com.
Dalam 25 percobaan terkontrol acak yang melibatkan 321 partisipan berusia 0 hingga 95 tahun diketahui, pemberian suplemen vitamin D secara signifikan mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut di antara semua peserta. "Vitamin dan mineral berperan dalam setiap tahap pertahanan kita terhadap penyakit menular," jelas Dr. Malthouse.
Dia juga mengatakan, Vitamin C telah dipelajari pada pasien ICU dan sekarang digunakan di rumah sakit di seluruh dunia secara intravena sebagai pengobatan Covid-19 lini pertama. "Penelitian menunjukkan bahwa Anda memerlukan dosis tinggi agar efektif, tetapi jumlah ini sangat aman. Tambahkan Vitamin C ke rumah sakit awal menggunakan hydroxychloroquine, steroid, seng dan oksigen dan Anda memiliki resep ampuh untuk sukses melawan Covid-19," kata Dr. Malthouse.
Sementara, Vitamin D3 berperan dalam menghambat badai sitokin yang menyebabkan infeksi virus menjadi mematikan. Untuk seng, Dr. Malthouse mengatakan, seng menjadi agen anti-virus yang kuat setelah dibawa ke dalam sel oleh transporter. "Seng mengganggu replikasi virus. Kehilangan rasa dan bau bisa menjadi gejala awal Covid-19 dan juga merupakan tanda umum defisiensi seng," kata Dr. Malthouse. (mag)
foto: ilustrasi makanan bervitamin (pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri