Tips Terhindar dari Cabin Fever Saat Pandemi Covid-19


Berita Lansia - Karantina di rumah sebagai upaya pencegahan penularan covid-19. Namun, bisa berefek pada psikis sehingga perlu di antisipasi. Bagaimana cara?

2020-05-14 22:42:28

Geriatri.id - Upaya physical distancing dan stay at home atau ‘diam di rumah’ masih menjadi cara terbaik untuk menghindari paparan COVID-19. Namun cara ini memiliki sisi negatif. Yakni bisa membahayakan mental dan terperangkap dalam emosi labil yang dinamakan "cabin fever".  Masyarakat harus lebih waspada dengan cabin fever sebab banyak dari kita yang harus tinggal di rumah sampai waktu yang belum ditentukan.
 
Ir Wien Kuntari MSi, dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi (SV) IPB University menyampaikan bahwa cabin fever adalah perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama "terisolasi" dan merasa terputus dari “dunia luar”.

"Gejala cabin fever tidak hanya sekadar merasa bosan saja, tetapi jauh lebih serius dari itu. Sebab, tanpa penanganan yang tepat, gejala cabin fever akan sulit dikontrol. Beberapa gejala lainnya yaitu pola tidur tidak teratur, kegelisahan, sulit berkonsentrasi, turunnya motivasi, mudah tersinggung, sulit bangun dari tidur, lemah lesu, tidak sabaran, merasa sedih dan depresi untuk waktu yang lama," katanya.

Lalu bagaimana agar kita terhindar dari cabin fever, berikut tips yang bisa dilakukan : Pertama,  merutinkan olahraga ringan. Ini adalah salah satu cara paling ampuh dalam mencegah cabin fever.  Olahraga dilakukan bersama keluarga inti.

Kedua, menjaga komunikasi. Kita masih bisa bertatap muka dan ngobrol selama yang  diinginkan dengan kerabat ataupun  sahabat melalui media online, sehingga bisa membuat kita tidak merasa sendirian. Ketiga, ekspresikan segala sisi kreatif yang kita miliki misalnya melakukan hobi kita seperti melukis, mencoba resep baru, craft, menjahit, berkebun dan sebagainya.  

“Hal yang harus tetap dijaga adalah agar otak kita tetap sibuk dan bisa melawan rasa bosan yang mungkin kita rasakan selama WFH atau di rumah saja,” ujarnya.

Keempat yaitu membawa “dunia luar” ke dalam rumah. Contohnya membuat bioskop mini untuk menonton film bersama keluarga atau memesan makanan dan kita menata ruangan di rumah seperti tempat lain. Kita juga bisa mencoba hal baru seperti membuka jendela untuk menghirup udara luar, memindahkan tanaman yang cocok ditanam di dalam rumah.

“Jalani gaya hidup sehat, istirahat yang teratur, cuci tangan dan tetaplah aktif walau di dalam rumah. Tidak heran, berolahraga memang bisa membantu tubuh melepas hormon endorfin yang bisa meningkatkan suasana hati. Hal-hal sepele inilah yang akan menolong dari virus corona dan gangguan mental yang disebabkannya. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, jangan remehkan berbagai kegiatan di atas. Sebab, mereka bisa mengobati perasaan rindu kita terhadap dunia luar,” tandasnya.***(hil)

Foto: freepik.com

 

geriatri,lansia,corona,covid19,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026