Hindari Stigma Pada ODP dan PDP Covid-19


Berita Lansia - Diwaspadai adalah bukan masalah kesepian semata, tetapi juga stigma

2020-05-13 19:19:59

Geriatri.id - Pandemi Covid-19, membuat banyak orang rentan terhadap stres baik akibat ketakutan akan penularan penyakit itu sendiri, maupun berbagai dampak ikutannya seperti dampak ekonomi, dan juga dampak psikososial seperti kecemasan. Diberlakukannya aturan menjaga jarak fisik dan jarak sosial, rentan menimbulkan kesepian, terutama pada lansia.

"Kekhawatiran biasanya terkait takut tertular, takut jadi pasien yang positif hingga takut mati," kata Psikolog Klinis Dr. Rena Latifa, webinar bertajuk 'Agama, Pandemi Covid dan Psikologi Ketidakpastian', yang diselenggarakan LPPM UIN Jakarta. 

Sayangnya, orang yang sedang dalam kondisi terpuruk, yang seharusnya solusinya adalah ngobrol dengan orang lain, bisa dengan ustadz, teman dekat, ternyata tidak bisa melakukannya karena harus menjaga jarak sosial dan fisik demi mencegah meluasanya penularan penyakit ini. "Jadi yang seharusnya dia bisa berbagi, sehingga bisa punya punya jarak dengan hal yang dia alami, menjadi tidak bisa. Padahal kalau sendirian orang akan bicara dengan pemaknaannya sendiri, masih marah, berpikir Tuhan itu jahat," jelasnya. 

Dalam kondisi seperti ini, keluarga bisa membantu dengan mengajak berbicara, dan mencari alternatif penyembuhan dari kecemasan yang dialami. "Seeking help bagian dari upaya memperoleh kesembuhan atau kembali ke kondisi sebelumnya," jelasnya.

Kemudian, kita bisa juga melakukan hal-hal yang di bawah kendali kita, seperti membatasi berita negatif yang masuk, juga meningkatkan sisi sosial kita. Hindari pikiran atau pertanyaan yang membuat cemas atas hal-hal yang di luar kendali kita seperti kapan pandemi berakhir, data statistik korban, pasien dan lainnya yang bisa membuat pikiran kita tambah negatif, tidak nyaman. "Hal-hal di luar kendali, dibatasi pikiran seperti itu. Fokus pada hal yang bisa kita kendalikan," tegas Rena.

Kemudian, hal lain yang perlu diwaspadai adalah bukan masalah kesepian semata, tetapi juga stigma. Rena mengatakan, pandemi ini kan menghasilkan stigma sangat berat terlebih pada orang yang tertular virus corona. "Itu sebenarnya tidak baik karena membuat orang yang sudah dalam kondisi sakit menjadi sangat terpuruk. Padahal pengobatannya adalah istirahat tingkatkan imun," jelansya. 

Stigma, kata Rena, bisa memberikan efek sangat berat. "Saat bertemu dengan nakes (tenaga kesehatan-red) pakai APD (alat perlindungan diri), dia merasa kotor, padahal yang ditakuti bukan dia, tapi virusnya. Sehingga yang tergganggu adalah imunitasnya, sehingga ngedrop nggak bisa melawan akhirnya meninggal," jelas Rena.

Dalam psikologi, kata Rena, ada poin bahwa obat dari sakitnya si manusia adalah si manusia itu sendiri. "Selama dia belum merasa dia harus berubah, orang mau mengubah nggak bisa. Jadi orang yang berhadapan dengan orang yang nggak mau berubah ini harus adjust. Orang lain adalah orang di luar kendali atau kontrol kita," jelasnya. (mag)

foto: ilustrasi stigma 
 

lansia,geriatri,merawat lansia,kesehatan mental lansia,covid 19,lansia sehat,lansia bahagia,berita lansia,lansia online

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026