
Oleh: dr. Ika Fitriana, Sp.PD, staf Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM
Dok, saya Dian, pendamping orangtua yang kontrol rutin di RSCM. Alhamdulillah kedua orangtua dari awal sampai dengan hari ini, dapat menjalankan ibadah puasa dan solat tarawih. Keduanya berusia di atas 75 taun. Yang ingin saya tanyakan, saat puasa ini berapa air yang harus dikonsumsi?
Lalu, dua hari ini, ibu saya mengeluh sendi-sendinya pada sakit dan meriang kalau diukur suhu tubuh masih di antara 37 - 37.5. Beliau masih aktif berjalan, ibu menggunakan tongkat. Saran dari dokter geriatri untuk menghindari jatuh. Ibu saya mengalami asma dan tekanan darah tinggi. Sedangkan, ayah saya tekanan darah tinggi. Kalau saya perhatikan, kalau kurang minum pasti badannya agak demam. Terima kasih Dok penjelasannya.
Jawaban:
Alhamdulillah Bu Dian masih ada kesempatan untuk merawat kedua orangtua, ya. Ini pertanyaan bagus sekali. Cairan untuk lansia juga beda-beda kebutuhan. Yang harus kita nilai pertama adalah adakah penyakit lain, seperti sakit ginjal atau jantung atau tekanan darah tinggi. Kalau ada penyakit ini lebih hati-hati memberikan cairan minum. Kedua, bagaimana aktivitas fisik orangtua? Apakah aktif jalan atau sudah menggunakan kursi roda.
Secara normal kalau lansia sehat dan umumnya masih di bawah usia 70 tahun, masih aktif, kebutuhan sama saja seperti usia dewasa biasa, yaitu berkisar 1800-2000 cc sehari. Untuk usia 75 tahun, kebutuhannya sekitar 1200-1500 cc saa cukup tapi coba diperhatikan lagi fungsi ginjal atau fungsi jantungnya.
Makin kecil badan lansia, makin sedikit kebutuhannya. Tapi kalau aktivitasnya sudah di rumah saja apalagi sudah ada penyakit penyerta, lebih sedikit kebutuhannya, berkisar 1500cc.
Nah untuk kasus tertentu misalnya oleh dokter disarankan dikurangi karena (sakit ginjal atau jantung) berarti lebih sedikit lagi sesuai anjuran dokter. Kendalanya, kalau lansia itu tidak punya sensor haus lagi (lansia yang sudah sangat tua). Jadi saya selalu sarankan untuk lansia memiliki gelas kesayangan yang bisa dpakai untuk mengetahui apakah sehari itu sudah cukup minum atau belum.
Lalu, kalau sedang puasa seperti ini, bisa disiasati dengan mengaturnya saat sahur atau berbuka dan makan makanan berkuah atau jus buah. Jadi ada cairan yang masuk. Ini untuk lansia yang tidak ada gangguan buang air kecil ya. Kalau yang sering beser di malam hari, lain lagi pengaturannya.
Benar bila gejala kurang minum badan jadi sumeng atau agak demam. Lalu detak nadi jadi cepat, lemas dan dan buang air kecil berkurang. Kalau orang tua biasanya teratur sekali. Jadi kalau ada terlewat satu episode buang air kecil, kita harus curiga apakah minumnya kurang atau tidak. (hil)
Foto : freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri