Cara Sederhana Redakan Cemas Akibat COVID-19


Berita Lansia - Berhenti total membaca informasi negatif adalah kunci menurunkan kecemasan di kala pandemi COVID-19.

2020-05-10 12:32:14

Geriatri.id--Pandemi COVID-19 telah memunculkan rasa cemas dan waswas  sebagian masyarakat. Padahal stres yang muncul akibat rasa cemas berlebih di masa pandemi akan berisiko menurunkan imunitas tubuh.

Ahli hipnoterapi klinis Indonesia Adi W. Gunawan mengungkapkan, cara sederhana redakan cemas berlebihan terkait COVID-19 adalah berhenti total membaca informasi bernada negatif. Terlalu banyak menerima informasi negatif, kata Adi, berdampak pada cara kerja pikiran seseorang.

“Di dalam pikiran kita ada satu data imajinasi. Begitu informasi masuk ke pikiran bawah sadar, imajinasi akan bekerja menjadi sesuatu yang menakutkan. Apabila berlanjut, cepat atau lambat tubuh akan terpengaruh,” kata Adi saat menjadi pembicara dalam Webinar yang digelar Direktorat Inovasi dan Korporasi Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (9/5/2020).

Adi mengatakan, orang-orang yang mengalami adiksi (kecanduan) emosi cemas membutuhkan luapan emosi cemas setiap harinya. Jika dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, orang adiksi emosi cemas, disadari atau tidak, pikiran bawah sadarnya akan diarahkan untuk mencari data atau informasi yang menguatkan kecemasannya.

Karena itu, berhenti total membaca informasi negatif adalah kunci menurunkan kecemasan di kala pandemi. Secara ilmiah, Adi menjelaskan, pikiran manusia sebanyak 95 – 99 persen dikendalikan oleh pikiran bawah sadar. Pikiran sadar manusia sejatinya tidak bisa berpikir 2 hal sekaligus.

“Pikiran kita seperti sebuah layar yang hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu saat,” ujarnya.

Maka, orang yang sering merasa cemas adalah orang yang di “layar” mentalnya sering diaktifkan informasi yang sifatnya melemahkan dia. Karena itu, hal ini dapat diakali. Caranya adalah mengarahkan pikiran lebih banyak dengan berpikir, melihat, membaca beragam hal positif.

“Kalau kita bisa fokus seperti, pikiran negatif ini mau tidak mau harus bergeser karena sifat pikiran kita yang tidak bisa memikirkan dua hal dalam satu waktu,” kata Adi.

Sementara Ketua Tim Hipnosis Unpad Dr. Gilang Yubiliana, M.Kes mengatakan, Coronavirus sebenarnya akan sulit menyerang apabila tubuh memiliki imunitas humoral yang baik dan optimal. Imunitas humoral akan baik bila didukung dengan berbagai aktivitas baik, seperti menjaga pola makan sehat, tidak terlalu capek, cukup tidur, hingga tidak stres, cemas, dan takut.

Di antara aktivitas penunjang tersebut, faktor stres/cemas paling memengaruhi imunitas. Karena itu, lanjut Dr. Gilang, untuk meningkatkan imunitas humoral tubuh bisa ditunjang dengan aktivitas menenangkan diri.

Saat ini, tim peneliti hipnosis Unpad telah mengembangkan metode afirmasi dengan memanfaatkan media audio visual. Tujuannya agar media ini lebih efektif digunakan untuk proses hipnosis mandiri (self hypnosis) selama masa isolasi akibat pandemi berlangsung. Media intervensi  dapat dilihat melalui kanal http://injabar.unpad.ac.id/hipnosis/ dalam bentuk aplikasi hipnosis mandiri. (ymr)

*Foto: Pixabay

lansia,geriatri,covid19,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026