Tanya Dokter: Rutin Minum Obat Hipertensi, Apakah Bisa Merusak Ginjal?


Berita Lansia - Dok, saya lansia dengan penyakit hipertensi. Saya minum obat setiap hari, apakah bisa berdampak pada fungsi ginjal?

2020-05-07 17:32:01

Oleh : Dr. Ika Fitriana, Sp.PD, Staf Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI - RSUPN Cipto Mangunkusumo

Dok, saya berusia 66 tahun. Saya mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi sejak 2013.

Setiap hari saya ukur tekanan darah sendiri.  

Awalnya, saya mengalami irama jantung yang kurang normal.

Saya minum obat terus-menerus apakah tidak merusak ginjal, Dok?  

Lalu, apakah obat yang saya minum dapat dikurangi?

Saya minum obat pagi hari Candersatan 8 mg  dan sore Amplodipin 5 mg.  

Biasanya saya kontrol dua bulan sekali, namun karena pandemi covid-19 ini, saya sudah tiga bulan ini tidak kontrol ke dokter.

Sri Suwartinah – Solo

Jawaban :


Ibu Sri, tekanan darahnya sekarang bagaimana, apakah terkontrol? Apakah gula darah juga  terkontrol?  

Kalau penyakitnya kronis seperti hipertensi atau gula darah, memang ada beberapa yang harus minum obat seumur hidup.

Akan tetapi, dokter pasti menargetkan agar lansia minum obat sesedikit mungkin.

Biasanya nanti ibu diminta kontrol teratur, lalu dievaluasi. 

Obat-obatan untuk penyakit kronik sudah melewati rangkaian penelitian yang sangat panjang dan harus aman dari efek terhadap ginjal.

Justru kalau gula dan tekanan darah  tidak dikontrol, nanti bisa berdampak sakit ginjal. Jadi bahaya penyakitnya lebih besar, Bu.

Tekanan darah pada lansia sehat targetnya sama dengan usia muda, yaitu rata-rata adalah 140/90.

Meski ada lansia yang angka sistoliknya mencapai 150, itu masih diperbolehkan namun tetap harapannya adalah di angka 140/90.

Untuk lansia yang sudah sangat sepuh, tidak apa-apa bahkan agak tinggi sedikit angkanya.

Kalau tekanan darah terlalu rendah, lansia akan mudah vertigo, tapi kalau terlalu tinggi juga tidak baik.

Oleh karena itu, lansia perlu menjaga agar tekanan darah tetap normal, ya.  

Bila lansia mengalami tekanan darah tinggi, sebaiknya ada alat tensimeter di rumah.

Sebaiknya coba cek tekanan darah saat bangun tidur, siang hari, sore hari, dan mau tidur.

Biasanya makin usia lansia, tekanan darah pada saat bangun tidur lebih tinggi dibandingkan waktu-waktu lain.

Saran saya setiap lansia apalagi yang sudah sakit tertentu, sebaiknya memiliki buku catatan pribadi tentang kesehatan, sama seperti anak-anak yang juga memiliki buku perkembangan balita.***(hil)

Foto: freepik.com

hipertensi,lansia,geriatri ,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,lansia hipertensi

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

Umroh Ramah Lansia, Jadi Solusi Ibadah Tanpa Menunggu Lama

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026