Mengapa Kucing Bisa Jadi "Sahabat Terbaik" Lansia di Hari Kucing Sedunia?


Dari sisi perawatan, kucing merupakan hewan low maintenance yang sangat ramah bagi fisik lansia.

2026-08-08T08:28

GERIATRI.CO.ID - Setiap tanggal 8 Agustus, dunia memperingati Hari Kucing Sedunia (International Cat Day). Lebih dari sekadar hewan peliharaan yang menggemaskan, mamalia mungil ini ternyata menyimpan manfaat medis dan psikologis yang luar biasa bagi para lanjut usia (lansia), khususnya dalam menjaga kualitas hidup di usia emas.

Memasuki masa pensiun, lansia kerap dihadapkan pada tantangan kesepian hingga empty nest syndrome akibat berkurangnya interaksi sosial. Kehadiran seekor kucing di rumah hadir sebagai solusi efektif; sifatnya yang hangat dan responsif memberikan rasa memiliki (sense of belonging) serta perasaan dibutuhkan yang sangat krusial bagi kesehatan mental lansia.

Secara ilmiah, mengelus kucing dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin dan serotonin di otak. Hormon-hormon kebahagiaan ini terbukti ampuh menurunkan kadar hormon stres, meredakan rasa cemas, serta menekan risiko depresi yang sering mengintai para lansia.

Uniknya lagi, getaran dari suara dengkur kucing (purring) yang berada pada frekuensi 20–140 Hz memiliki efek terapeutik alami. Penelitian menunjukkan bahwa frekuensi getaran ini membantu menstabilkan detak jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, bahkan membantu meredakan ketegangan otot serta nyeri sendi akibat arthritis pada lansia.

Dari sisi perawatan, kucing merupakan hewan low maintenance yang sangat ramah bagi fisik lansia. Kucing tidak menuntut aktivitas fisik berat seperti anjing, melainkan cukup diajak bermain ringan di dalam rumah, sehingga minim risiko memicu kelelahan ekstrem atau cedera fisik pada lansia.

Merawat kucing juga memberikan rutinitas harian yang terstruktur, seperti memberi makan, mengganti air minum, dan merapikan tempat tidurnya. Rutinitas berulang ini menjadi stimulus positif untuk melatih fungsi kognitif, daya ingat, serta fokus lansia agar terhindar dari risiko kepikunan atau demensia.

Meski kaya manfaat, faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama. Lansia disarankan memilih kucing dewasa yang bertemperamen tenang dibanding anak kucing yang terlalu aktif, serta memastikan sang anabul telah mendapatkan vaksinasi lengkap demi mencegah penularan penyakit zoonosis.

Di balik tingkahnya yang menggemaskan, kucing bukan hanya sekadar teman bermain, melainkan terapi alami penyehat jiwa dan raga bagi para lansia untuk menjalani masa tua yang lebih hangat dan bahagia. (a2s)

Hari Kucing Sedunia,Hari Kucing Sedunia 2026,kucing,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Bau Badan Bisa Jadi Tanda Masalah, Lho

Pentingnya Lansia Lakukan Medical Check-up Secara Rutin

Menjaga Senyum Lansia di Tanah Suci: Catatan dan Evaluasi Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026