Bersyukur: Atasi Stres di Masa Pandemi Covid-19


Berita Lansia - Bersyukur adalah sebuah kebiasaan

2020-05-07 15:22:24

Geriatri.id - Masa-masa pandemi Covid-19, bisa menjadi masa yang berat bagi semua orang, termasuk para lansia. Selain kekhawatiran terjangkit virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi Covid-19, masyarakat, khususnya lansia juga mengalami 'ancaman' lain yaitu berupa kesepian karena harus melakukan isolasi, menjaga jarak sosial dan jarak fisik. Namun, menurut Pelatih Kursus Bersyukur Paulus Tri Wahyudi, momen-momen seperti ini justru menjadi momen yang baik bagi orang-orang untuk mulai melakukan proses bersyukur. 

"Bersyukur adalah sebuah kebiasaan. Jadi ini adalah proses pembiasaan. bagi beberapa orang tidak mudah untuk menemukan pembiasaan, kenapa kejadian ini harus terjadi pada diri saya?" kata Coach Yudi--sapaan akrab Paulus Tri Wahyudi--dalam acara Self Talk Ramadhan ke-7 yang dilaksanakan oleh 'Komunitas Coaching Secangkir Kopi' secara daring.

Dalam kondisi saat ini memang banyak hal bisa membuat orang kecewa. Misalnya, mengeluhkan respons pemerintah. 'Kenapa sih kayak gini pemerintah?'. Nah, dalam kondisi seperti ini, kata Coach Yudi, orang harus mempunyai jeda, untuk berpikir apa yang bisa dilakukan dalam proses ini. "Kalau aku nggak biasa bersyukur, sekarang apa yang bisa aku lakukan?" demikian ungkapnya.

Dia menegaskan, dalam kondisi seperti ini, pasti ada hal yang bisa disyukuri. Mulai dari kesehatan, anak-anak yang masih bisa berkumpul, masih bisa melakukan aktivitas. Pasti ada hal yang bisa disyukuri, kesehatan, anak-anak yang bisa berkumpul, masih melakukan ini itu. Dalam kondisi nggak bisa makan, apakah masih bisa bersyukur? 

"Nah orang-orang yang bersyukur punya kecenderungan memiliki kerendahan hati. Ketika orang dalam keadaan biasa, lalu malu, takut menceritakan kisah kehidupan, kurangnya ditutup-tutupi, jika bisa bersyukur, lalu terbuka melepaskan ego ini. Lalu jadinya menyadari siapa sebenarnya aku dan apa yang bisa aku lakukan," jelas Coach Yudi.

Coach Yudi juga mengungkapkan kisah para peserta kursus bersyukurnya yang saat ini sudah mencapai 5000-an orang. "Ada yang saya dampingi personal, misalnya seseorang yang divonis penyakitnya nggak akan panjang lagi usianya," ujarnya. 

Pada suatu waktu, pada waktu Coach Yudi hendak pulang, dia menyempatkan bertanya apakah bisa masing-masing yang ada di tempat itu, mengucapkan syukur. "Ada seorang ibu, ketika sampai pada giliran dia, dia terdiam. Dia menangis, apa yang bisa saya syukuri dalam kondisi seperti ini? Masihkah saya bisa bersyukur. Semua orang di tempat itu menangis. Ya, kita sangat menyadari kondisi seperti ini," ujarnya.

Tetapi, kata Coach Yudi, si ibu kemudian berkata: "Saya bersyukur suami saya masih mendampingi saya sampai sekarang ini, anak-anak saya masih setia mendampingi saya," ujarnya. 

Ternyata, meski dalam kondisi sakit, si ibu masih bisa bersyukur. Dan itu bukan hanya menginspirasi diri si ibu itu sendiri, tetapi juga menginspirasi orang-orang lain. Khususnya yang saat ini mendampingi orang terdampak pandemi Covid-19. 

"Saya punya cerita untuk anak dan cucu saya. Kekuatannya didapat dari pengalamannya setiap hari, oleh karena mengalami proses itu, dia mendapati pengalaman di balik proses ketakutan itu. Ternyata Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk berbagi pada orang lain," pungkasnya. (mag)

foto: ilustrasi bersyukur (pixabay)
 

lansia,geriatri,lansia sehat,merawat lansia,lansia bersyukur,kesehatan mental lansia,covid 19,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026