
Geriatri.id - Kondisi stres tidak hanya dialami oleh mereka yang sehat dan terpaksa tinggal di rumah untuk jangka waktu lama selama pandemi Covid-19. Kondisi stres yang lebih berat, bahkan bisa dialami mereka yang terpapar virus Corona dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, belum lama ini tersiar kabar ada pasien dalam pengawasan (PDP) yang melarikan diri dari rumah sakit.
Dalam kondisi seperti ini, perlu peran besar para dokter spesialis kejiawaan (psikiatri) untuk menangani tekanan stres pada pasien Covid-19. dr. Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ mengatakan, peran dokter spesialis kejiwaan sangat banyak dalam penanganan pasien PDP/konfirmasi Covid.
"Perannya bisa masuk sebagai tim dalam penanganan pasien Covid, melakukan skrining kesehatan jiwa, merawat bersama dengan dokter spesialisasi lain bila ada komorbid gangguan jiwa, bisa juga memberikan pendampingan psikososial bagi pasien," ujarnya, kepada Geriatri.id, Rabu (6/5).
Dokter Vivi--begitu dia biasa disapa--mengatakan, prinsip-prinsip penanganan pasien yang mengalami stres ini sama dengan penanganan pasien pada umumnya. Psikiater akan melakukan asesmen terlebih dahulu dengan wawancara psikiatrik, bila sudah ada diagnosis gangguan mental tertentu, dilakukan terapi baik farmakoterapi maupun psikoterapi.
"Bagi yang belum masuk kategori diagnosis gangguan mental tertentu, diberi pendampingan psikososial misal dengan mengajarkan teknik relaksasi, cara-cara mengatasi kecemasan, dan lain-lain," ujar psikiater yang bekerja di RSUD Tarakan itu.
Hal yang sama dilakukan pada pasien lansia yang terkonfirmasi Covid dan mengalami stres. "Tahap-tahapnya sama, hanya saja pada lansia, pendekatan yang berbeda adalah dengan lebih sabar berusaha mendampingi lansia dan mencari tahu kebutuhan psikologisnya," jelasnya.
Selain itu, psikiater dalam menangani pasien lansia juga perlu membantu memberikan rasa nyaman agar tak merasa kesepian. "Melakukan asesmen terhadap kondisi-kondisi lain yang biasa dialami geriatri misal activity daily living apakah perlu bantuan, memfasilitasi komunikasi dengan keluarga, dan lain-lain," jelasnya.
Dokter pemilik akun instagram (IG) @dr.vivisyarif ini menjelaskan, saat ini secara umum, terdapat peningkatan jumlah orang yang membutuhkan pendampingan psikososial akibat pandemi ini. Kurang lebih 60 persen karena kecemasan. Jumlah kunjungan pasien masih belum meningkat karena memang ada pembatasan jumlah pasien yang berkunjung ke ruma sakit," ujarnya.
Karena itu, untuk mengurangi tekanan mental dan kecemasan masyarakat terhadap pandemi Covid-19, dr. Vivi menyarankan agar masyarakat dan khususnya media, memberikan informasi dan berita yang faktual. "Jangan dibumbui dengan hal-hal yang bisa menimbulkan reaksi negatif di masyarakat seperti kecemasan, ketakutan dan lain-lain," tegasnya.
"Berikan berita yang positif dan memberikan harapan, namun tidak membuat masyarakat lengah," pungkasnya.***(mag)
foto: ilustrasi stres (pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri