
Geriatri.id - Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) menerjunkan sejumlah 552 psikolog dari hampir semua provinsi di Indonesia, untuk membantu pemerintah dalam menangani dampak pandemi Covid-19, khususnya dari sisi kesehatan jiwa. Ketua Himpsi Seger Handoyo mengatakan, perpanjangan waktu untuk tetap berada di rumah dan dampak yang menyertainya membuat sebagian besar masyarakat merasakan kebosanan dan stres selain kecemasan dan ketakutan dari keberadaan virus Corona maupun kondisi sosial ekonomi yang dihadapinya.
"Karena itu, selama masa pandemi ini Himpsi telah membantu pemerintah melalui pemberian edukasi psikologi agar masyarakat dapat melakukan perawatan mandiri self care serta pemberian konseling dan psikoterapi kepada masyarakat yang membutuhkan secara daring," ujarnya, dalam peluncuran layanan platform layanan masyarakat untuk kesehatan jiwa atau Sejiwa, Rabu (29/4).
Seger mengatakan, sebagian masyarakat memang ada yang berhasil melewati kondisi krisis ini dan kemudian mengalami status resilien. Status resilien adalah kondisi dimana seseorang kembali bersemangat, merasa aman dan nyaman secara psikologis dan dapat beraktivitas secara produktif, setelah sebelumnya juga merasakan kecemasan dan stres.
Namun, sebagian masyarakat yang lainnya, belum berhasil untuk status kondisi resilien. "Mereka masih mengalami gangguan emosional pada tingkatan baik itu sedang maupun berat, sehingga mereka masih perlu dibantu agar status gangguannya tidak meningkat," jelas Seger.
Untuk itu bantuan psikologis sangat dibutuhkan. Kehadiran layanan psikologi Sejiwa adalah jawaban yang tepat dari pemerintah atas kebutuhan tersebut agar ketahanan kesehatan jiwa bangsa indonesia dapat terjaga.
"Bila dulu kita diajarkan, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, berkat perkembangan psikoneuroimunologi, kita sekarang mengetahui hal sebaliknya juga terjadi, bahwa di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat pula," tegas Seger.
Dia mengatakan, sejumlah 162 relawan psikologi dalam batch 1 telah siap untuk bertugas melayani masyarakat melalui layanan Sejiwa, baik masyarakat pasien Covid-19 maupun masyarakat secara umum, namun yang mengalami tekanan batin. Mereka siap untuk memberikan bantuan psikologis dan konseling. "Semua relawan telah mempunyai pengalaman memberikan bantuan psikologis di bencana alam, dan sebagian besar dari mereka adalah psikolog," ujar Seger.
Seger memastikan, relawan psikologi akan bekerja secara profesional dengan kode etik psikologi, untuk membantu masyarakat dan menghubungkan dengan pihak lain sesuai permasalahan yang dikeluhkan. Pihak lain tersebut termasuk tenaga profesional lainnya seperti psikiater, atau lembaga pemerintah seperti kementerian PPPA dan sebagainya. "Mari memberikan yang bisa kita berikan untuk membantu masyarakat," pungkasnya. (mag)
foto: ilustrasi konsultasi psikologi (pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri