Cara Merawat Lansia  di Rumah Selama Pandemi COVID-19


Berita Lansia - Yuk, simak kiat-kiat bagi lansia selama menghadapi wabah virus corona atau covid-19 ini.

2020-05-01 14:25:37

Geriatri.id - Menghadapi pandemi virus corona atau covid-19 ini tentu harus disikapi dengan berbagai upaya agar tidak ikut terinfeksi. Terlebih, bagi kalangan lansia yang notabene relatif lebih rentan tertular wabah yang belum diketahui secara pasti kapan berakhir.

“Kuncinya adalah istirahat yang cukup, menjaga asupan nutrisi, minum yang cukup agar tidak dehidrasi dan menjaga kesehatan mental, lansia harus menghindari stress,” papar dr. Ika Fitiriana, Sp.PD pada acara Kelas Lansia Online yang terselenggara atas kerja sama  Pergemi (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) dan geriatri.id.

Dokter Ika yang juga Staf Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSUPN Cipto Mangunkusumo ini menjelaskan ada 10 penyakit kronik yang sering dialami lansia. Di antaranya adalah hipertensi, arthritis (radang sendi), stroke, COPD (penyakit paru-paru yang mengakibatkan penderitanya sulit bernapas), diabetes mellitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal jantung dan gagal ginjal kronis.

Untuk lansia yang mengalami hipertensi, kata dr. Ika, perlu kontrol tekanan darah setiap hari dengan alat tensimeter jika tidak terkontrol. Kemudian, awasi tanda-tanda bahaya seperti sakit kepala, bicara pelo, mulut mencong, lemas satu sisi tubuh, pandangan kabur. Tak kalah penting adalah minum obat teratur meski sedang pandemi dan jangan sampai putus berobat

Kemudian, bagi pasien yang mengalami radang sendi, biasanya paling sering di lutut (rematik) atau tulang belakang. Bila masalah ini yang terjadi, lansia jangan memaksa naik turun tangga dan upayakan kamarnya  berapa di lantai bawah.

“Upayakan tidak mengangkat benda-benda berat, jaga berat badan dan tetap aktif dan olah raga cukup jalan kaki (tidak lari), bersepeda, berenang.  Pada saat pandemi, bisa dengan rubberband, atau sepeda statis,” paparnya.

Pada pasien dengan diabetes mellitus, sebaiknya periksa gula darah di rumah secara teratur, atau di klinik terdekat. Namun, hati-hati buat yang minum obat gula agar terhindar dari gula darah rendah (apalagi sedang berpuasa). Jika gula darah tidak terkontrol, konsultasi dengan dokter langganan.

“Selain itu, kurangi gula pasir dan yang manis-manis, makan sesuai porsinya (banyak makan buah dan sayur). Jika mau puasa maka gula darah harus terkontrol. Hati-hati bila mengalami kondisi lemas gemetar sampai kesadaran turun, buang air kecil terus menerus, demam, gatal-gatal, tidak nafsu makan,”jelas dr. Ika.
Lalu, bagaimana bila lansia mengalami batuk dan pilek? Ada 4 hal yang penting diperhatikan, yaitu:

  1. Tetap tenang
  2. Banyak minum. Namun, hati-hati pada yang harus mengurangi cairan misalnya pada penyakit ginjal atau jantung.
  3. Jaga kesehatan, dengan beristirahat dan tidur cukup 7-8 jam
  4. Makan makanan yang bergizi seimbang, misalnya banyak buah sayur dan protein  seperti ikan, tahu tempe, putih telur.

Nah, apa yang perlu diperhatikan dimasa pandemi covid-19 ini? Berikut anjuran dokter Ika:

1.Tetap tinggal di rumah (isolasi rumah mandiri)

Bekerja dari rumah, jauhi tempat umum atau keramaian. Jika terpaksa keluar rumah maka harus  pakai masker kain, siapkan handsanitizer untuk cuci tangan, hindari menggunakan transportasi umum, seperti bus, taksi, kereta api, dan transportasi online.

2 monitor gejala yang muncul

Cek suhu tubuh minimal 2 kali sehari dengan termometer.

Monitor perkembangan gejala lain (seperti  batuk, sesak, dll)

Tulis di catatan harian

Jika gejala makin memburuk, segera telpon dokter lebih dulu, kemudian bawa ke rumah sakit terdekat segera sesuai petunjuk dokter

 

Selain itu, menurut dr. Ika ada hal penting yang harus diperhatikan adalah :

-Istirahat  yang cukup, tidur 6-8 jam sehari

-Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang

-Minum cairan cukup, cegah dehidrasi

-Jaga kesehatan mental, hindari stres pada lansia

 

"Jika harus ke dokter, hubungi petugas di fasilitas kesehatan terlebih dahulu. Buat janji dengan dokter dan  pastikan dokter ada jadwal praktek. Tentukan waktu kunjungan. Kemudian, infokan keluhan lansia sejujurnya  kepada petugas medis via telpon."

Berikut ini tanda-tanda lansia bila harus segera ke gawat darurat :

Sesak napas yang memberat

Nyeri dada yang memberat

Perubahan kesadaran (bicara meracau, tidak nyambung, lebih sering mengantuk, tiba-tiba mengompol

Tanda bahaya lain pada lansia untk segera hubungi dokter dan dibawa ke UGD RS terdekat bila muncul gejala seperti :

Gangguan saraf mendadak, kelemahan anggota badan, sakit kepala hebat, bicara pelo, kejang

Diare, muntah-muntah, tak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi 38 derajat atau lebih

Perdarahan yang sukar berhenti

Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat atau kecurigaaa patan tulang atau pingsan

Nyeri yang memberat.

Kelas Lansia Online ini diselenggarakan secara rutin. Bagi lansia atau pendamping lansia yang ingin ikut  dalam kelas, tentu masih ada kesempatan yang luas. Ayo, ikut bergabung untuk mendapatkan informasi yang akurat langsung dari dokter ahli geriatri. (hil)

Ilustrasi : freepik.com

geriatri,pergemi,lansia,corona,covid19,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026